Jakarta, Djituberita.com – Artis cantik Nafa Urbach, janda beranak satu yang kini duduk di kursi DPR RI, mendadak jadi bulan-bulanan publik. Gara-gara keluh kesah soal macet Bintaro–Senayan hingga usulan tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan.
Namanya kini viral dan dihujat habis-habisan. Publik menuding, wakil rakyat yang melangkah ke Senayan itu lebih sibuk mengeluhkan kenyamanan diri ketimbang memahami jeritan rakyat kecil yang masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok.
Nafa Urbach, mantan penyanyi populer dan mantan istri aktor Zack Lee, berhasil lolos ke DPR RI melalui Partai NasDem dengan perolehan 67.652 suara dari Dapil 6 Jawa Tengah (Magelang, Purworejo, Temanggung, dan Wonosobo). Kini ia duduk di Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan.
Namun langkahnya di Senayan justru diwarnai kontroversi.Sebelumnya melalui akun Instagram pribadinya, Nafa menyuarakan dukungan atas usulan tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan bagi anggota dewan. Menurutnya, fasilitas itu penting karena sebagian besar anggota DPR berasal dari luar daerah dan membutuhkan tempat tinggal layak di Jakarta.
Sayangnya, pernyataan itu langsung menjadi blunder. Publik menilai jumlah tersebut sangat berlebihan, apalagi di tengah kondisi rakyat yang masih terhimpit harga pangan mahal dan pekerjaan serba sulit. Hujatan deras pun membanjiri kolom komentarnya, hingga akhirnya Nafa Urbach memilih menutup ruang interaksi di akun Instagram, langkah yang dinilai publik sebagai sikap anti-kritik.
Tak hanya soal tunjangan, keluh kesah Nafa soal terjebak macet dari Bintaro ke Senayan juga menjadi bahan olok-olok. Netizen menilai wakil rakyat harusnya fokus memperjuangkan transportasi publik yang layak ketimbang sibuk mengeluhkan kenyamanan pribadi.
Menyadari kontroversi semakin meluas, Nafa akhirnya mengunggah klarifikasi lewat Instagram Story.
Caption Story Nafa:
“Dan saat ini team aku di dapil masih mengusahakan untuk membangun sumur bor di setiap desa yang terkena kemarau. Mungkin belum terjangkau semua karena memang buanyak yah guys desanya dan butuh proses pengeboran yang tidak mudah karena harus mencari sumber airnya.
Guys, maafin aku yah kalo statement aku melukai kalian, but percayalah aku gak akan tutup mata untuk memberikan hidup aku buat rakyat di dapil aku sebaik mungkin yang bisa aku kerjakan saat ini.”
Namun, klarifikasi itu tak sepenuhnya meredakan kritik. Sebagian publik menganggap permintaan maafnya sekadar formalitas, karena di satu sisi ia masih menutup kolom komentar, seakan enggan menghadapi suara rakyat secara langsung.
Warganet menilai pernyataan Nafa menunjukkan minimnya empati terhadap rakyat kecil.
Kritik paling keras datang dari pekerja sektor informal yang membandingkan tunjangan DPR dengan penghasilan buruh harian.
Sebagian publik menyindir, “Kalau cuma buat ngeluh macet dan minta rumah mewah, lebih baik tetap jadi artis saja.”
Kontroversi Nafa Urbach ini menjadi pengingat keras bahwa kursi dewan bukanlah panggung artis tempat mengeluhkan kenyamanan pribadi.
Sebagai wakil rakyat, ia dituntut transparansi, kesederhanaan, dan keberpihakan pada rakyat kecil. Publik kini menanti, apakah Nafa benar-benar akan membuktikan dirinya mampu bekerja untuk rakyat di dapilnya atau sekadar menambah deretan wakil rakyat yang sibuk memperjuangkan fasilitas pribadi. (*)















