Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita UtamaTeknologi & Riset

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Bedah Ulang Sistem Pendidikan di Era AI

×

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Bedah Ulang Sistem Pendidikan di Era AI

Sebarkan artikel ini
Diskusi panel “Reimagining Education in the Era of Artificial Intelligence” dalam konferensi nasional The Cornerstone di Jakarta, 9 Mei 2026, menghadirkan Anies Baswedan dan Najelaa Shihab untuk membahas tantangan pendidikan di tengah masifnya penggunaan AI di kalangan pelajar. Foto: Istimewa.

Djituberita,Jakarta – Tingkat penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan pelajar Indonesia disebut telah mencapai 95 persen. Di balik efisiensi yang ditawarkan teknologi tersebut, muncul ancaman baru terhadap kualitas sumber daya manusia.

Yakni fenomena “Cognitive offloading” kondisi ketika kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah melemah karena sebagian besar proses kognitif diserahkan kepada mesin.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam panel bertajuk “Reimagine Education in the Era of AI” pada konferensi nasional The Cornerstone yang digelar EduALL.konferensi nasional The Cornerstone di Jakarta, Senin (9/5 2026).

Tokoh pendidikan sekaligus Founder Cikal, Najelaa Shihab, menilai dunia pendidikan tidak lagi dapat berfokus semata pada hasil akhir pembelajaran. Menurutnya, penetrasi AI menuntut perubahan besar dalam metode evaluasi dan peran tenaga pendidik.

Ia menekankan pentingnya transparansi penggunaan AI dalam proses belajar, termasuk bagaimana siswa mampu mengkritisi bias informasi yang dihasilkan teknologi tersebut.

“Peran guru kini betul-betul berubah. Jika dulu guru sekadar pemberi informasi, lalu bergeser menjadi fasilitator, kini peran guru telah berevolusi menjadi arsitek dan desainer dari proses pembelajaran itu sendiri,” ujar Najelaa.

Pandangan serupa disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Ia mengingatkan bahwa efisiensi teknologi tidak boleh dibayar dengan hilangnya daya analisis generasi muda.

Menurut Anies, AI harus diposisikan sebagai alat yang dikendalikan manusia, bukan sebaliknya. Ia juga menyoroti perlunya arah kebijakan nasional yang jelas agar Indonesia tidak tertinggal menghadapi percepatan perkembangan teknologi.

“AI akan hadir sebagai kendaraan untuk masa depan. Pertanyaannya, apakah kita mau menjadi yang menyetir atau yang disetir?” kata Anies.

Ia menilai pemerintah perlu segera membangun institusi strategis yang mampu merumuskan arah kebijakan masa depan, termasuk pengembangan roadmap AI nasional yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Inovasi selalu mendahului regulasi. Karena itu pemerintah jangan sampai tertatih-tatih mengikuti perubahan. Harus ada garis besar arah agar regulasi dan kebijakan kita tetap adaptif di era AI,” lanjutnya.

Semangat menjaga kemandirian berpikir generasi muda itu sejalan dengan visi EduALL sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada persiapan akademik menuju kampus luar negeri, tetapi juga pembentukan karakter generasi pembawa perubahan atau Game Changer.

Melalui forum The Cornerstone, EduALL menghadirkan ruang dialog bagi pelajar untuk berdiskusi langsung dengan para pembuat kebijakan dan tokoh publik. Forum ini diharapkan mampu menjaga daya kritis anak muda di tengah derasnya arus transformasi teknologi.

CEO EduALL, Devi Kasih, mengatakan forum tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki keberanian dan kapasitas untuk terlibat aktif dalam percakapan strategis mengenai masa depan bangsa.

“Hari ini kita benar-benar melihat langsung aksi para Game Changer itu. Mereka bukan sekadar audiens pasif, tetapi mampu berdialog dan menyampaikan pandangan kritis langsung di depan para ahli,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, EduALL juga menegaskan komitmen sosialnya dengan menyalurkan 100 persen dana hasil penjualan tiket dan donasi melalui kolaborasi bersama Indonesia Mengajar⁠�. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan inklusif hingga ke berbagai daerah di Indonesia. (tim/rilis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *