Pangkalpinang,Djutuberita.com – Di bawah terik matahari dengan bendera merah putih berkibar jelang HUT RI ke 80 tahun. Lautan massa berpakaian balutan berwarna hitam bertanda bahwa petani-petani keadaan saat ini tengah berkabung dan tidak baik -baik saja permasalahan mereka hadapi, nampak terlihat ribuan massa memadati halaman DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung usai shalat Jum’at (8/8/2025), hasil pantauan langsung redaksi media Djituberita.com di lapangan.

Dari jajaran paling depan aktivis fenomenal Muhammad Rosidi berdiri tegap, suaranya menggelegar memimpin orasi mewakili ribuan warga Bangka Selatan yang sedang tersakiti dan menolak keras perluasan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan klaim lahan PT Hutan Lestari Raya (PT HLR).
“Kami mendukung DPRD Babel dan Komisi III yang berani berpihak pada rakyat. Tapi jika gelombang aksi massa ini di abaikan. “Kami akan datangkan aksi massa lebih besar lagi. ”
“Kami tidak akan mundur sejengkal pun selama PT HLR masih mengklaim lahan desa dengan legalitas yang dinilainya meragukan dan masih abu-abu !” tegas Rosidi, disambut pekikan “Tolak HTI! dan kalimat keagungan “Allahhu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar” dari ribuan massa yang mengepalkan tangan di udara.
Rosidi menegaskan, aksi ini baru permulaan. “Hari ini hanya desa-desa di Kabupaten Bangka Selatan. Jika keadilan untuk masyarakat terdampak HTI diabaikan, akan ada gelombang aksi lebih besar di Kantor Gubernur Bangka Belitung, melibatkan seluruh kabupaten di provinsi ini,” desak Rosidi penuh semangat perjuangan.
Gelombang Massa dari 4 Kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan:
Ribuan warga yang datang di DPRD Bangka Belitung mencakup dari Kecamatan Airgegas, Payung, Simpang Rimba, dan Pulau Besar bergerak usai shalat Jum’at, mengibarkan spanduk penolakan. Terik matahari tak menyurutkan semangat massa terus menolak kebijakan yang dinilai mengancam ruang hidup dan tanah leluhur mereka.
Bagi warga, legalitas PT HLR hanyalah dokumen administratif yang mengabaikan sejarah, adat, dan hak rakyat.
“Kalau hutan ini hilang, masa depan anak cucu kami juga hilang,” teriak seorang warga dari tengah kerumunan.
RDP Panas: DPRD, Warga, dan PT HLR Berhadapan

Di dalam gedung DPRD, Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan dipimpin Ketua DPRD Babel Didit Srigujaya. Hadir anggota Komisi III, perwakilan desa terdampak HTI dari Kabupaten Bangka Selatan, serta manajemen PT HLR yang diminta menjelaskan dasar klaim lahan garapan petani untuk kebutuhan industri perusahaan.
Suasana rapat berlangsung tegang dengan adu argumen sengit. Gemuruh massa di luar menjadi pengingat bahwa keputusan yang diambil bukan sekadar formalitas, melainkan menyangkut masa depan ribuan hidup hajat orang banyak.


Aksi yang berlangsung hingga sore hari mendapat pengamanan ketat dari Polda Babel dan Polresta Pangkalpinang. Meski suhu cenderung memanas, jalannya aksi tetap kondusif dan terkendali.
Massa meninggalkan pesan tegas: jika pemerintah dan pimpinan daerah Bangka Belitung tidak berpihak pada rakyat, gelombang aksi berikutnya akan lebih besar, mengguncang tidak hanya DPRD tetapi juga di kantor Gubernur Bangka Belitung menuntut hal yang sama dengan Gubernur Hidayat Arsani,”tegas Muhammad Rosidi. (*)















