Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita UtamaPangkalpinang

Aktivis Babel Desak Hukum Tegas, Caleg Imam Wahyudi Diduga Lakukan KDRT!

×

Aktivis Babel Desak Hukum Tegas, Caleg Imam Wahyudi Diduga Lakukan KDRT!

Sebarkan artikel ini
Caption: Surat resmi dari Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bangka Belitung yang mendesak Polresta Pangkalpinang untuk segera memproses laporan dugaan KDRT dan perselingkuhan yang dilaporkan oleh Ibu IS istri anggota DPRD terpilih Provinsi Babel.(Foto-Ist)

Pangkalpinang – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa seorang perempuan berinisial IS mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan aktivis di Bangka Belitung.

Peristiwa ini diduga dilakukan oleh suaminya, Imam Wahyudi, yang saat ini berstatus sebagai calon anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung terpilih periode 2024-2029.

Imam Wahyudi dijadwalkan akan dilantik pada Selasa, 24 September 2024.

Menanggapi kasus ini, aktivis dari Lembaga Swadaya Masyarakat Perlindungan Pemberdayaan Hak-Hak Perempuan dan Anak (P2H2P Babel) bersama dengan LSM Tim Operasi Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI) Provinsi Bangka Belitung, yang tergabung dalam Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bangka Belitung, melayangkan surat resmi kepada Polresta Pangkalpinang,Minggu(22/9/24).

M. Zen Adebi, Ketua LSM TOPAN RI Babel, menyampaikan bahwa surat resmi tersebut merupakan bagian dari upaya para aktivis untuk membela IS sebagai korban kekerasan.

“Kami mendesak agar Polresta Pangkalpinang segera memproses dan mengusut tuntas laporan KDRT ini,” ungkap Zen pada Senin (23/9) dalam keterangan pers.

Zen juga mengungkapkan kekecewaannya karena dugaan kekerasan ini dilakukan oleh Imam Wahyudi, suami dari korban. Menurutnya, tindakan tegas harus diambil untuk menjaga martabat dan hak-hak perempuan. “Tindakan semacam ini harus ditindak tegas demi menjaga martabat perempuan,” tegas Zen.

Senada dengan Zen, Zubaidah, aktivis dari LSM P2H2P Babel, juga menyayangkan kejadian tersebut. Dia menekankan bahwa seorang istri seharusnya dihormati dan bukan dijadikan korban kekerasan. “Kita semua tahu bahwa perempuan harus dihormati. Mengingat kita semua lahir dari rahim seorang perempuan,” kata Zubaidah.(TJL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *