Aceh – Di tengah kondisi pascabencana alam yang masih dibayangi hujan berintensitas tinggi, PAM JAYA menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile di wilayah terdampak bencana di Aceh.
IPA Mobile tersebut memanfaatkan air sungai setempat yang diolah menjadi air bersih layak dan aman untuk langsung dikonsumsi, guna memenuhi kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian. Aksi kemanusiaan ini terekam dalam sejumlah video dan mendapat perhatian luas di media sosial.
Aktivis 98 sekaligus Ketua Umum KAMAKSI, Joko Priyoski, menilai kehadiran PAM JAYA di tengah situasi darurat sebagai wujud nyata pelayanan publik yang berpihak pada kemanusiaan.
“Di saat masyarakat masih berjuang bertahan di pengungsian, kehadiran air bersih bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga soal harapan. IPA Mobile PAM JAYA ini sangat membantu warga, terutama di tengah kondisi hujan yang belum mereda,” ujar Joko Priyoski, Kamis (8/1/2026).
Selain menyediakan air minum langsung di lokasi pengungsian, tim PAM JAYA juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik dasar serta bantuan untuk anak-anak, termasuk bagi anak-anak yang terdampak dan kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.
Sebagai respons terhadap cuaca ekstrem yang masih berlangsung, PAM JAYA turut membagikan 1.000 payung kepada keluarga pengungsi sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi warga yang beraktivitas di area terbuka.
Joko Priyoski menambahkan bahwa aksi tersebut menunjukkan penanganan bencana yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
“Yang dilakukan PAM JAYA bukan sekadar tugas teknis. Ini adalah bentuk empati. Dari air bersih, bantuan langsung, hingga perhatian kecil seperti payung, semua itu berdampak besar bagi warga yang sedang berada dalam masa sulit,” ujarnya.
Warga di lokasi pengungsian menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sejumlah warga bahkan mendoakan agar aksi kemanusiaan tersebut menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat.
Hingga saat ini, PAM JAYA masih terus melakukan pemantauan dan pendampingan di wilayah terdampak bencana, seiring dengan proses pemulihan bagi masyarakat Aceh yang terdampak musibah alam.(rilis)















