DJITUBERITA,JAKARTA – Di balik jalannya upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, terdapat satu sosok yang memegang peran penting dalam memastikan seluruh rangkaian prosesi berlangsung sesuai tata upacara kenegaraan.
Sosok itu adalah Brigjen Pol. Dr. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H., yang dipercaya sebagai Perwira Upacara pada momentum besar Polri yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Penunjukan tersebut bukan sekadar penugasan seremonial. Di lingkungan Kepolisian, posisi Perwira Upacara merupakan amanah yang hanya diberikan kepada perwira tinggi yang dinilai memiliki pengalaman, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial dalam mengendalikan jalannya prosesi kenegaraan.
Kepercayaan itu melengkapi perjalanan karier Brigjen Mokhamad Ngajib yang selama lebih dari tiga dekade ditempa dalam berbagai bidang penugasan, mulai dari reserse, narkoba, pemberantasan tindak pidana korupsi, pembinaan masyarakat, hingga fungsi Samapta.
Lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 7 Desember 1971, Ngajib merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 angkatan Patria Tama. Selain pendidikan kepolisian, ia membangun fondasi akademik yang kuat dengan meraih gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), Magister Hukum (M.H.), hingga Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran pada 2023.
Disertasinya mengkaji formulasi kebijakan hukum pidana terhadap kejahatan siber (cybercrime), sebuah isu yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan tantangan penegakan hukum modern.
Kariernya dimulai di Sulawesi Selatan sebagai perwira reserse di Polwiltabes Ujung Pandang, sebelum mengemban berbagai jabatan strategis di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Pengalaman tersebut membawanya dipercaya menjadi Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, hingga Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jawa Barat.
Rekam jejak operasional itu kemudian mengantarkannya memimpin sejumlah satuan kewilayahan sebagai Kapolres Sukabumi, Direktur Binmas Polda Sulawesi Tengah, Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kapolrestabes Palembang, hingga Kapolrestabes Makassar.
Saat memimpin Makassar, Ngajib dikenal mengedepankan pendekatan humanis melalui program Safari Subuh yang menjadi ruang dialog langsung antara kepolisian dan masyarakat.
Di sisi lain, ia tetap menempatkan penegakan hukum sebagai prioritas terhadap berbagai tindak pidana maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Promosi menjadi Brigadir Jenderal Polisi pada Januari 2025 sekaligus mengantarkannya menduduki jabatan Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab membina fungsi Samapta secara nasional, mencakup patroli, pengamanan objek vital, pengendalian massa, pengamanan kegiatan masyarakat, hingga kesiapsiagaan personel dalam berbagai operasi kepolisian.
Penugasan sebagai Perwira Upacara Hari Bhayangkara ke-80 menjadi cerminan kepercayaan pimpinan Polri terhadap kapasitas Brigjen Mokhamad Ngajib. Di balik prosesi yang berjalan tertib dan khidmat, terdapat pengalaman panjang, disiplin, serta kemampuan kepemimpinan yang telah ditempa dalam berbagai penugasan di lapangan maupun di tingkat strategis.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menegaskan peran Brigjen Pol. Dr. Mokhamad Ngajib sebagai salah satu perwira tinggi Polri yang dipercaya mengemban tanggung jawab penting dalam mendukung profesionalisme institusi, menjaga keamanan nasional, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Untuk diketahui, Pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) merupakan pangkat Perwira Tinggi bintang satu dalam jenjang kepangkatan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pangkat ini berada satu tingkat di atas Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) dan satu tingkat di bawah Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) atau jenderal bintang dua, serta umumnya diemban oleh pejabat yang memegang jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. (Red/Tim)















