Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Tokoh Masyarakat Matoridi Bicara Peran Strategis Polri: Menjaga Keutuhan NKRI hingga Membangun Kepercayaan Publik

×

Tokoh Masyarakat Matoridi Bicara Peran Strategis Polri: Menjaga Keutuhan NKRI hingga Membangun Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini
Tokoh masyarakat Toboali, Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,, Matoridi, menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis Polri sebagai penjaga keutuhan NKRI, pelindung rakyat, dan penguat kepercayaan publik dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Foto Istimewa

DJITUBERITA,BANGKA SELATAN – Tokoh masyarakat Toboali Bangka Selatan, Matoridi, menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia Polri merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta membangun kepercayaan publik melalui profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga Selengkapnya:  Survei Litbang Kompas: Publik Apresiasi Pembenahan Polri, Haidar Alwi Institute: Ingatkan Arogansi Oknum dan Pungli

Baca Juga Selengkapnya: Refleksi HUT Bhayangkara ke-80, Irjen Andry Wibowo: “Polisi yang Polisi” Kunci Indonesia Maju dan Berkeadilan

Baca Juga Selengkapnya: Pesan Irjen Pol Andry Wibowo untuk Insan Polri: Tanamkan Tri Brata dan Catur Prasetya

Menurut Matoridi, kehadiran Polri tidak lagi hanya dipandang sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dinilai semakin penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Polri adalah aset bangsa. Keberadaannya menjadi perekat persatuan, penjamin keutuhan NKRI, sekaligus memberikan rasa aman, ketenangan, dan harmoni di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, sejak bergulirnya reformasi, Polri telah melakukan transformasi yang signifikan hingga semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran personel Polri di tingkat desa bersama aparatur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta kearifan lokal menjadi fondasi penting dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Matoridi mengatakan, masyarakat kini semakin memahami bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Kesadaran kolektif tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui pendekatan humanis dan kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan menjaga keamanan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, serta kepercayaan publik.

“Sinergitas harus dibangun dari hati, dilandasi rasa saling percaya dan amanah. Dengan begitu, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini, terutama di lingkungan desa sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Matoridi berharap Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas, serta mempertahankan profesionalisme sehingga semakin dicintai masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Bravo Polri, Bravo Indonesia. Semoga Polri senantiasa menjadi institusi yang profesional, humanis, berintegritas, dan terus hadir bersama rakyat dalam menjaga marwah bangsa, keutuhan NKRI, serta mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan bermartabat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *