Jakarta – Dua konglomerat besar Indonesia, Sugianto Kusuma (Aguan) dan Anthony Salim, menjadi aktor utama di balik pengembangan kawasan kota baru Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) melalui entitas terbuka PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
Perusahaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Agung Sedayu Group milik Aguan dan Salim Group, yang menjadi motor pengembangan kawasan terpadu berskala besar di pesisir utara Tangerang.
Sugianto Kusuma (Aguan) – Agung Sedayu Group

Aguan dikenal sebagai pengembang properti besar dengan portofolio kawasan kota mandiri, apartemen, hingga pusat komersial. Meski Agung Sedayu Group bukan perusahaan terbuka, Aguan memiliki kendali di sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain:
– PANI (pengembang PIK 2)
– CBDK (anak usaha properti PIK 2)
– JIHD (pengelola kawasan SCBD & hotel)
– INPC (perbankan)
Melalui struktur ini, ekspansi bisnis Aguan terhubung langsung dengan pasar modal domestik, terutama sektor properti dan kawasan terpadu.
Anthony Salim – Salim Group

Salim Group merupakan salah satu konglomerasi terbesar di Asia dengan ekspansi global. Bisnisnya meliputi:
– Indofood Sukses Makmur (produsen mi instan terbesar dunia)
– Indomaret (ritel terbesar di Indonesia)
– Indofood Agri Resources Ltd (tercatat di Singapura)
– First Pacific (Hong Kong, perusahaan investasi global)
– Selain itu, Salim Group memiliki bisnis di sektor otomotif, telekomunikasi, perkebunan, hingga pertambangan lintas negara.
Peringkat Orang Terkaya & Nilai Kekayaan
Anthony Salim
Peringkat: sekitar 5 besar orang terkaya Indonesia (Forbes 2025)
Kekayaan: sekitar US$13,6 miliar (± Rp227 triliun)
Sugianto Kusuma (Aguan)
Perkiraan kekayaan: sekitar Rp42–43 triliun
Posisi: mendekati 10 besar orang terkaya Indonesia
Aset Fantastis di Indonesia
Aguan
– Kawasan PIK & PIK 2 (kota baru skala besar)
– SCBD (melalui JIHD)
– Puluhan proyek township, apartemen, dan pusat bisnis
Salim Group
-Industri makanan (Indofood Group)
-Ritel nasional (Indomaret)
– Perkebunan sawit luas
– Infrastruktur, properti, dan tambang global
Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional
Kedua konglomerat ini berperan besar dalam: Penciptaan lapangan kerja melalui proyek properti, manufaktur, dan ritel
Penguatan sektor riil, khususnya pangan, properti, dan perkebunan
Kontribusi pajak dan investasi besar dalam proyek strategis nasional
Pengembangan kawasan ekonomi baru seperti PIK 2.
Bahkan, pemerintah mendorong kolaborasi erat dengan para pengusaha besar ini guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Kolaborasi antara Aguan dan Anthony Salim melalui PANI menunjukkan sinergi dua kekuatan besar ekonomi Indonesia: sektor properti dan konglomerasi multinasional. Dengan aset ratusan triliun rupiah dan jaringan bisnis global, keduanya menjadi aktor penting dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.(red)















