Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalJakarta

Ekonomi Nasional Tetap Tangguh, Pemerintah Siapkan Insentif dan Program Unggulan 2026

×

Ekonomi Nasional Tetap Tangguh, Pemerintah Siapkan Insentif dan Program Unggulan 2026

Sebarkan artikel ini
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/10/2025). Sumber: Sesneg Kehumasan Kepresidenan.

Jakarta – Menjelang penutupan tahun 2025, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global. Pemerintah memastikan bahwa fondasi ekonomi nasional tetap solid, dengan tren pertumbuhan positif di hampir seluruh sektor utama.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/10/2025).

“Relatif perekonomian dari berbagai indeks angkanya cukup baik. Indeks kepercayaan konsumen masih di atas 100, tepatnya 115. Sektor ritel tumbuh 5,8 persen, dan PMI berada di level 50,4,” ujar Airlangga.

Investasi dan Daya Beli Tetap Menguat

Airlangga menuturkan, realisasi investasi nasional hingga triwulan terakhir tahun 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun, menandakan optimisme pelaku usaha tetap tinggi. Sementara itu, Mandiri Spending Index meningkat ke angka 297, mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

Kinerja perbankan nasional pun ikut menguat, sejalan dengan peningkatan utilisasi kapasitas industri, yang menandakan aktivitas produksi dalam negeri terus bergerak positif.

“Dari sisi produksi, utilisasi juga meningkat,” tegasnya.

Kebijakan 2026: Pajak dan Insentif Berlanjut

Dalam ratas tersebut, pemerintah membahas program lintas sektor unggulan yang akan dijalankan pada 2026. Beberapa kebijakan diperpanjang, seperti PPH final UMKM hingga 2027, insentif PPH 21 untuk sektor pariwisata dan padat karya, serta PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor perumahan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) untuk meringankan beban masyarakat dan dunia usaha.

Presiden Prabowo turut menegaskan pentingnya memperkuat sektor hilirisasi sumber daya alam, pertanian, dan kelautan. Program revitalisasi tambak pantura seluas 20 ribu hektare dan pengembangan tambak udang di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi bagian dari rencana strategis 2026.

“Seluruh kementerian telah menyampaikan program unggulan masing-masing. Pemerintah berkomitmen memastikan kebijakan ini berdampak langsung bagi masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional,” pungkas Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *