Jakarta, Djituberita.com – Upaya memenuhi kebutuhan dasar warga Jakarta akan air bersih terus dikebut oleh PAM JAYA. Jajaran direksi, termasuk Direktur Utama Arief Nasrudin dan Direktur Teknik Akhmad Santika, turun langsung ke lapangan memantau pekerjaan teknis.
Intensitas pekerjaan yang tinggi membuat para pimpinan perusahaan daerah (Perumda DKI) ini nyaris tanpa waktu libur.
Arief Nasrudin menegaskan bahwa air bersih adalah kebutuhan vital masyarakat Jakarta. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir memastikan setiap hambatan teknis dapat segera diatasi.
“Kami ingin memastikan distribusi berjalan lancar. Meski harus kerja ekstra di lapangan, ini bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya.
Sejak pengambilalihan penuh pada 2023, PAM JAYA mencatat capaian signifikan. Hingga pertengahan 2024, pelanggan yang terlayani sudah menembus 958 ribu sambungan rumah (SR), dengan cakupan layanan mencapai 70,29 persen. Perusahaan juga menargetkan layanan air bersih 100 persen bagi seluruh warga Jakarta pada 2030.
Selain memperluas cakupan, tantangan besar lain yang terus dikejar adalah pengurangan Non-Revenue Water (NRW) yang masih berada di kisaran 47,09 persen. Dengan strategi efisiensi dan pembenahan jaringan, manajemen optimistis dapat menekan angka tersebut secara bertahap.
Langkah inovasi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung mengapresiasi kerja keras jajaran direksi PAM JAYA yang tak kenal lelah di lapangan.
Pramono Anung juga menilai rencana PAM JAYA melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan terobosan penting dalam memperkuat transparansi, tata kelola, dan memperbesar akses investasi untuk pembangunan infrastruktur air bersih.
Dengan dukungan modal baru dari pasar modal serta komitmen kerja keras direksi, PAM JAYA optimistis target layanan air bersih merata di seluruh wilayah Jakarta dapat terwujud sesuai jadwal. (*)















