Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
JakartaBerita Nasional

Ketum Poros Muda NU dan Presidium FAI Desak Reshafule 8 Menteri, Sri Mulyani Paling Disorot

×

Ketum Poros Muda NU dan Presidium FAI Desak Reshafule 8 Menteri, Sri Mulyani Paling Disorot

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Poros Muda NU sekaligus Presidium Forum Aktivis Indonesia (FAI) Ramadhan Isa saat memberikan pernyataan tegas di Jakarta, Sabtu (6/9/2025).

Jakarta,Djituberita.com – Ketua Umum Poros Muda NU sekaligus Presedium Forum Aktivis Indonesia (FAI), Ramadhan Isa, melontarkan pernyataan tegas terkait kinerja kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai ada delapan menteri yang sebaiknya segera dicopot, dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani disebut sebagai yang paling besar kesalahannya.

Menurut Ramadhan, sejak era Presiden Joko Widodo hingga kini, Sri Mulyani gagal menegakkan fungsi utama sebagai bendahara negara yang seharusnya memberi masukan fiskal yang jujur dan transparan kepada presiden.

“Pemindahan IKN contohnya. Itu proyek tiba-tiba, seolah hanya ide yang lahir setelah bangun tidur. Pada saat seperti itu, Sri Mulyani tidak berani memberi peringatan soal kondisi keuangan negara. Akibatnya, sekarang APBN kita berantakan,” tegas Ramadhan, Sabtu (6/9) melalui jejaring media.

Ia menilai sikap diam Sri Mulyani justru membebani keuangan negara hingga berimbas pada krisis saat ini. Karena itu, ia mendesak agar Presiden Prabowo segera melakukan penyegaran di Kementerian Keuangan demi menyelamatkan ekonomi nasional.

Delapan Menteri Disebut Layak Dicopot

Selain Sri Mulyani, Ramadhan juga menyebut tujuh nama menteri lain yang menurutnya gagal menunjukkan kinerja optimal, yakni:

1. Menteri Pertanian Amran Sulaiman

2. Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi

3. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto

4. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

5. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

6. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

7. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Ramadhan menegaskan, rakyat tidak cukup hanya mengevaluasi DPR, tetapi juga harus mendorong perombakan kabinet.

“Kalau DPR saja dievaluasi, tidak cukup. Harus menyentuh menteri-menteri bermasalah yang gagal bekerja. Itu satu-satunya jalan agar republik ini tidak semakin terpuruk,” katanya.

Teguran dari Rakyat:

Ia menilai rangkaian aksi massa pada akhir Agustus menjadi sinyal kuat bahwa rakyat sudah jenuh dengan menteri-menteri yang tidak peka terhadap realitas sosial.

“Selama hampir setahun pemerintahan Prabowo, capaian asta cita terhambat karena menterinya tidak bekerja optimal. Tak heran persoalan bangsa ini makin menggunung. Copot mereka, hanya itu jalan agar rakyat kembali percaya pada pemerintah,” tandasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *