Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
ArtikelBerita Utama

Hikmah Serangan Iran ke Israel: Diam Bukan Berarti Lemah

×

Hikmah Serangan Iran ke Israel: Diam Bukan Berarti Lemah

Sebarkan artikel ini
Istimewa

Editorial Khusus Djituberita.com – Serangan rudal balistik jarak jauh negara Iran ke wilayah negara  zionis Israel menjadi titik balik dalam konflik Timur Tengah yang selama ini dipenuhi retorika dan aksi sepihak.

Namun di balik dentuman rudal dan sirene bahaya, ada pesan moral yang tersirat di dalamnya, bahwa kesabaran yang diremehkan terlalu lama bisa meledak menjadi perlawanan yang tak terhindarkan.

Di panggung geopolitik dunia, ini bukan hanya soal siapa yang memulai, melainkan siapa yang terlalu lama dipandang sebelah mata. Iran, yang selama bertahun-tahun memilih bertahan dalam tekanan, kini menjawab dengan tindakan yang mengguncang  dunia, jangan remehkan diam yang panjang, sebab ia bisa menyimpan badai.

Iran selama ini dikenal sebagai aktor yang sabar dalam menghadapi provokasi, baik dari serangan udara terhadap sekutunya di Suriah, pembunuhan jenderal Qassem Soleimani, maupun tekanan ekonomi global yang diperkuat oleh sanksi internasional di perburuk dengan melihat ke zholiman Israel ke Palestina. Tapi setiap kesabaran memiliki batas, dan ketika batas itu dilewati, dunia akhirnya melihat bahwa diam bukan berarti lemah.

“Serangan ini bukan hanya pernyataan militer, tapi juga pesan peradaban: bahwa setiap bangsa memiliki titik jenuh atas ketidakadilan,” ungkap Dr. Ebrahim Rahmani, pengamat politik Timur Tengah asal Istanbul.

Serangan Iran bukan sekadar peluncuran rudal, ini adalah pesan simbolik terhadap kesombongan yang tumbuh dari kekuasaan tirani. Di balik itu semua, ada hikmah yang bisa direnungkan secara lebih luas: bahwa perlawanan tidak selalu lahir dari amarah, tapi dari kesabaran yang terluka dan martabat yang terlalu lama diinjak.

Israel, yang selama ini tampil dominan dalam konflik regional timur tengah, kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kekuatan bukan hanya soal senjata, tetapi juga tentang bagaimana memperlakukan dan menghargai bangsa lain.

Peristiwa ini mengisyaratkan dunia bahwa ketegangan bukan hanya soal aksi sepihak, tapi juga soal kelalaian membaca tanda-tanda. Ketika dunia terlalu lama membiarkan ketimpangan dan kesombongan tanpa koreksi, maka konflik menjadi keniscayaan.

“Badai tak datang sendiri. Ia tumbuh dari angin yang terlalu lama diabaikan,” tulis editorial sebuah media Timur Tengah yang merespons kejadian ini.

Serangan Iran ke Israel adalah lebih dari sekadar aksi balasan, ini adalah cermin besar bagi dunia, bahwa tak selamanya yang bersuara keras itu benar, dan tak selamanya yang diam itu kalah. Ini bukan tentang siapa yang menyerang lebih dulu, tapi tentang siapa yang terlalu lama diremehkan.

Oleh karena itu catatan khusus media Djituberita.com mengajak pembaca untuk melihat lebih dalam maknanya dari sekadar konflik militer. Sebab dalam setiap perang, selalu ada hikmah, jika kita cukup jernih untuk membacanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *