BANGKABELITUNG,DJITUBERITA.COM – Puluhan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Bangka Belitung (UBB) Balon Ijuk Kabupaten Bangka menggelar unjuk rasa damai di halaman belakang kampus, Kamis (15/05/2025) sore.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang nasional solidaritas Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Berita Acara Serah Terima (PPPK BAST) dari 35 Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) se-Indonesia.
Di bawah langit Balun Ijuk yang mendung, mereka berdiri dalam satu barisan. Mengenakan pakaian serba hitam dan membawa poster-poster tuntutan, para peserta aksi berorasi dengan tenang, namun penuh keteguhan hati.
“Ini aksi damai, tapi suara kami jelas: kami ingin keadilan,” tegas Fardan Arkan, koordinator lapangan, di tengah orasi yang menggema.
Mereka menyuarakan keresahan atas perlakuan diskriminatif yang mereka alami sebagai PPPK. Selama bertahun-tahun mengabdi sejak kampus masih berstatus swasta, kini mereka merasa dipinggirkan setelah peralihan status ke PTN.
Dalam aksi tersebut, peserta tidak memblokade jalan atau melakukan tindakan provokatif. Sebaliknya, mereka membacakan pernyataan sikap secara bergiliran, menyanyikan lagu perjuangan, dan berdiri membentuk lingkaran solidaritas di halaman kampus.
“Kami hanya ingin didengar. Kami tidak mengganggu aktivitas kampus. Ini aksi damai penuh hormat, demi masa depan kami yang lebih pasti,” ujar salah satu dosen peserta aksi.
Mereka menuntut pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bentuk keadilan dan pengakuan terhadap pengabdian mereka. Tuntutan ini ditujukan kepada Rektor UBB, KemenPAN-RB, Kemendikbudristek, Komisi II dan X DPR RI, hingga Presiden RI.
Aksi ini direncanakan menjadi langkah awal menuju aksi nasional yang lebih besar di depan Istana Negara, pada 21 Mei 2025 mendatang.
“Kami tidak akan anarkis. Tapi kami juga tidak akan diam,” pungkas Fardan.
Aksi damai ini menjadi simbol perjuangan panjang yang terus menyala bukan dengan amarah, tapi dengan keyakinan dan keberanian menuntut hak yang setara. (*)















