DJITUBERITA, KUPANG NTT – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berdialog langsung dengan warga Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026), guna menyerap berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah perbatasan tersebut.
Kunjungan Wapres ke Amfoang disebut merupakan bentuk tindak lanjut atas aspirasi mahasiswa yang ditemuinya saat tiba di Kupang sehari sebelumnya.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur yang rusak dan berdampak pada keterisolasian sejumlah wilayah.
“Hari ini sebenarnya tidak ada jadwal ke Amfoang. Jadwal saya ke Pulau Rote.
Tapi kemarin ketika mendarat di Kupang, saya bertemu dengan teman-teman mahasiswa. Mereka menyampaikan aspirasinya terkait infrastruktur di Amfoang,” ujar Wapres.
Dalam dialog bersama warga, Wapres menyoroti kerusakan jembatan yang dinilai cukup parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Ia mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi dua jembatan rusak di wilayah tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mencari solusi percepatan penanganan.
“Tadi sudah kita lihat dua jembatan yang rusak. Saya mohon maaf sekali, setelah pulang dari sini saya janji akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memberikan solusi terbaik untuk Bapak-Ibu semua,” katanya.
Warga Amfoang juga menyampaikan berbagai persoalan lain, mulai dari keterbatasan akses BBM, belum meratanya jaringan listrik dan internet, sulitnya akses layanan kesehatan, hingga belum optimalnya operasional rumah sakit yang telah dibangun pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Wapres memastikan pemerintah akan segera berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, serta Pertamina.
“Nanti kita segera koordinasi dengan Pertamina. Lalu tadi ada rumah sakit yang sebenarnya sudah dibangun tapi belum difungsionalkan. Segera kita koordinasikan juga dengan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wapres kembali menegaskan arah pembangunan nasional yang kini berorientasi Indonesia-sentris, bukan lagi Jawa-sentris. Pemerintah, kata dia.
Negara berkomitmen memastikan pemerataan pembangunan hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di wilayah NTT.
“Sekarang itu sudah tidak ada lagi pembangunan yang Jawa sentris. Jadi bukan Jawa saja yang dibangun, tapi Indonesia sentris. Termasuk NTT,” tegasnya.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, masyarakat juga berharap adanya pembangunan SPBU, penyediaan listrik di desa-desa yang belum teraliri listrik, pengoperasian rumah sakit, pembangunan jembatan penghubung antarwilayah, hingga percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Warga turut menyampaikan persoalan keterbatasan air bersih serta isu perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste yang dinilai masih memerlukan perhatian pemerintah pusat.
Menutup dialog, Wapres meminta pemerintah daerah terus mengawal dan mengoordinasikan tindak lanjut berbagai persoalan yang telah disampaikan masyarakat agar penanganannya dapat dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.
Turut hadir dalam dialog tersebut Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, serta Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dedelusy Dethan. (tim)
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden.















