Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Sandri Rumanama: Bareskrim Polri Dinilai Makin Tajam, Ungkap Ratusan Kasus Energi hingga Kejahatan Finansial

×

Sandri Rumanama: Bareskrim Polri Dinilai Makin Tajam, Ungkap Ratusan Kasus Energi hingga Kejahatan Finansial

Sebarkan artikel ini
Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, membahas tren peningkatan kinerja penegakan hukum Bareskrim Polri. Jakarta (24/4/2026)

Jakarta – Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, memberikan catatan atas tren peningkatan aktivitas penegakan hukum oleh Bareskrim Polri sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026.

Menurut Sandri, kinerja dua direktorat utama di bawah Bareskrim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) dan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengungkap berbagai kasus strategis, mulai dari penyalahgunaan energi bersubsidi hingga kejahatan finansial kompleks.

“Intensitas pengungkapan ini menjadi indikator transformasi di tubuh Polri. Ini menunjukkan bahwa institusi semakin profesional dan adaptif terhadap kebutuhan negara,” ujar Sandri dalam keterangan, Jumat (24/4/2026).

Di sektor sumber daya alam dan energi, Dittipidter mencatat capaian menonjol. Pada November 2025, aparat berhasil mengungkap 223 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dalam waktu 13 hari. Operasi tersebut menjaring 330 tersangka dengan potensi kerugian negara mencapai Rp243 miliar.

Modus yang terungkap beragam, mulai dari pemalsuan barcode, modifikasi tangki kendaraan, hingga praktik pengoplosan gas subsidi.

Selain itu, aparat juga berhasil memutus jaringan penyelundupan timah ilegal ke Malaysia pada Februari 2026 yang melibatkan 13 tersangka, serta mengungkap kasus pembalakan liar di Sumatera Utara pada Desember 2025.

“Langkah tegas di sektor sumber daya alam sangat krusial karena berdampak langsung terhadap ekonomi nasional dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Dittipideksus dinilai menunjukkan ketajaman dalam menangani kejahatan ekonomi modern. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah pengungkapan praktik manipulasi pasar atau “saham gorengan” yang melibatkan kantor sekuritas di Jakarta Selatan pada Februari 2026.

Kasus tersebut juga dikembangkan ke dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pengungkapan lain meliputi pembobolan rekening dorman di salah satu bank BUMN, penyitaan 3.332 bal pakaian bekas impor ilegal, serta penelusuran aset hasil tambang emas ilegal di Kalimantan Barat yang tersebar hingga Surabaya dan Nganjuk.

Sandri menilai rangkaian pengungkapan ini mencerminkan peningkatan performa penegakan hukum di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo.

Ia menegaskan bahwa Polri terus berupaya menyesuaikan diri dengan dinamika kejahatan yang berkembang, baik di sektor energi maupun keuangan.

“Kami melihat adanya pembenahan yang konsisten agar Polri tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu merespons tantangan kejahatan yang semakin kompleks,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *