BANGKA SELATAN,DJITUBERITA.COM – Ketersediaan pupuk subsidi untuk para petani di Kabupaten Bangka Selatan dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini ditegaskan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Bangka Selatan, Risvandika, saat diwawancarai media Djituberita.com di ruang kerjanya, Rabu (21/5/2025).
“Atas izin pimpinan, Bupati Bangka Selatan, kami menyampaikan bahwa komposisi pupuk subsidi di Bangka Selatan hingga saat ini cukup dan terkendali, terutama untuk kebutuhan tanaman pangan,” ujar Risvandika.
Ia menjelaskan bahwa para distributor telah menyalurkan pupuk sesuai kuota yang telah ditetapkan, dan penerimaannya oleh petani berlangsung lancar baik dari sisi jumlah maupun kualitas.
“Alhamdulillah, distribusi berjalan lancar. Pupuk diterima petani sesuai dengan kemasan dan standar mutu,” tambahnya.
Kuota pupuk subsidi sendiri ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur, yang kemudian diperkuat dengan SK tingkat daerah. Penyalurannya disesuaikan dengan musim tanam dan komoditas prioritas seperti padi, sebagaimana diatur dalam Permentan No. 10 Tahun 2021.
“Distribusi dan pengambilan pupuk oleh petani sudah sesuai kuota dan kebutuhan lapangan. Ini juga sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,” lanjutnya.
Meski stok aman, pihak DPPP tetap mewaspadai potensi peredaran pupuk di luar jalur resmi. Untuk itu, pengawasan diperketat bekerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian guna mencegah penyalahgunaan atau pemalsuan pupuk.
“Kami bekerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian setempat untuk pengawasan intensif. Jangan sampai petani dirugikan karena mendapatkan pupuk tidak sesuai atau berkualitas buruk,” tegas Risvandika.
Menutup keterangannya, ia juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para petani:
- Gunakan pupuk subsidi sesuai kebutuhan dan jenis tanaman untuk hasil optimal.
- Ambillah pupuk hanya dari penyalur resmi agar mutu dan harga terjamin.
- Jika menemukan pupuk mencurigakan atau tidak sesuai kemasan, segera laporkan ke Dinas Pertanian atau aparat terdekat.
- Jalin komunikasi aktif dengan penyuluh pertanian guna mendapatkan informasi terbaru seputar pola tanam dan bantuan pemerintah.
- Dukung program pertanian pemerintah dengan pengelolaan lahan yang bijak dan berkelanjutan.
- Waspada terhadap tawaran pupuk murah tanpa jaminan mutu yang berisiko merugikan.
“Kami berharap para petani tetap semangat dan bijak dalam mengelola pertanian. Bersama kita wujudkan ketahanan pangan di Bangka Selatan,” pungkasnya.(*)















