Tutup Video
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka SelatanBerita Utama

Pernak – Pernik Jelang Imlek 2024, Masih Sepi Pembeli di Toboali

239
×

Pernak – Pernik Jelang Imlek 2024, Masih Sepi Pembeli di Toboali

Sebarkan artikel ini
Caption: Martin Pedagang Pernak Pernik Imlek di Kawasan Sudirman Toboali Bangka Selatan.( Foto - Djituberita)

Bangka Selatan – Djituberita,
Dalam menyambut perayaan Imlek tahun baru Cina yang jatuh pada 10 Februari 2024, persiapan di beberapa toko di kawasan jalan Sudirman Toboali, kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih terlihat sepi. Salah satu toko yang terpantau adalah toko Martin Elektronik, Senin Malam (29/1/24).

Pemilik toko, Martin, telah mulai sibuk mengeluarkan berbagai macam pernak-pernik Imlek untuk dijual kepada masyarakat tionghoa. Produk-produk tersebut mencakup lampion, amplop angpao bergambar kelinci, dan berbagai pernak-pernik lainnya.

Meskipun persiapan telah dimulai, Martin mengungkapkan bahwa penjualan pernak-pernik Imlek masih belum begitu menggeliat,”katanya.

Martin menjelaskan bahwa hingga saat ini, hanya beberapa produk atau barang yang sudah terjual di tokonya. Harga jual rata-rata berkisar antara 300 hingga 80 ribu per item.

Martin juga menyampaikan pendapatnya terkait kondisi ekonomi lokal, yang masih terasa dampaknya pasca pandemi Covid-19 dan terkait ketergantungan pada sektor pertambangan.,”ucapnya

“Penjualan pernak-pernik Tahun Baru Imlek di Kota Toboali cenderung sepi semenjak pasca pandemi Covid-19 dan ditambah ekonomi lokal yang masih bergantung pada sektor pertambangan, apalagi kabarnya banyak razia tambang timah di mana-mana,” ungkap Martin saat diwawancarai oleh wartawan Djituberita.com Senin Malam (29/1/24).

Dalam menghadapi tantangan ekonomi melemah, Martin tetap optimis menjelang Tahun Baru Imlek.                      “Sebagai seorang pedagang pernak-pernik perayaan Imlek, ia menyebutkan bahwa tradisi memburu lampion dan angpao yang menggambarkan kelinci sebagai simbol tahun Imlek merupakan bagian dari kearifan budaya lokal Agama Konghucu.”terangnya.

Dalam mengakhiri wawancaranya, Martin menyampaikan harapannya untuk tahun baru Imlek 2024. Ia berharap agar tidak terjadi resesi ekonomi dan perekonomian masyarakat dapat kembali menggeliat.

“Martin juga mengajak untuk terus berdoa dan berharap kepada pemerintah agar sektor ekonomi dapat beralih dari ketergantungan pada pertambangan,”imbuhnya. (Vilzar – red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *