Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
JakartaBerita Nasional

PAM Jaya Targetkan 7.000 Km Jaringan Pipa Air, Siapkan Langkah IPO

×

PAM Jaya Targetkan 7.000 Km Jaringan Pipa Air, Siapkan Langkah IPO

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, memberikan pernyataan kepada awak media terkait target pengembangan jaringan pipa air bersih sepanjang 7.000 kilometer dan rencana transformasi PAM Jaya menjadi Perseroda serta melantai di bursa melalui IPO.(Foto/Istimewa)

JAKARTA, DJITUBERITA.COM – Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menargetkan pembangunan jaringan pipa air bersih di Jakarta akan mencapai 7.000 kilometer. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih.

“Saat ini sudah tersambung sekitar 400 kilometer. Tapi jangan kaget, target kami adalah mencapai hingga 7.000 kilometer,” ujar Arief kepada insan media di Jakarta, baru-baru ini,(21/7/2025)

Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, PAM Jaya telah menyiapkan strategi besar, termasuk perubahan status menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) dan melakukan penawaran saham perdana (IPO).

“Perubahan status ke Perseroda penting karena sebagai Perumda, kami masih memiliki banyak keterbatasan. Perseroda itu lebih firm. Kita punya RUPS, sirkular data yang lebih lengkap dan tata kelola yang lebih prudent,” jelas Arief.

Arief menyebut rencana IPO PAM Jaya juga sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, IPO adalah jalan menuju transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi dalam pengelolaan perusahaan.

“Saya ditugaskan langsung oleh Pak Gubernur untuk mendorong PAM Jaya IPO. Ini arahan yang visioner, karena pengelolaan air tidak bisa terus bergantung pada APBD Jakarta. Fiskal kita terbatas, IPO menjadi solusi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan jaringan pipa air dan penyediaan air bersih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi investasi. Infrastruktur air membutuhkan dana besar, sehingga partisipasi publik dan efisiensi menjadi kunci.

“Air itu investasi yang tidak murah. Karena itu saya selalu mengajak masyarakat untuk menjaga air bersih, agar tidak disia-siakan,” katanya.

Selain pembiayaan, tantangan lainnya adalah sumber air baku yang sebagian besar berasal dari luar Jakarta. Hal ini menyebabkan PAM Jaya harus membangun jaringan pipa panjang dan melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah pusat.

“90 persen sumber air baku kita berasal dari luar Jakarta. Maka perlu pipanisasi yang panjang dan harus permisi ke pusat untuk bisa kita olah menjadi air bersih siap konsumsi,” pungkas Arief.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *