Toboali,Djituberita.com – Momentum dramatis terjadi di hari terakhir pendaftaran calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangka Selatan, Senin (11/8/2025).
Anash Barokah, S.Pd., S.IP sosok yang dikenal sebagai Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bangka Selatan sekaligus Ketua FORKI termuda se-Indonesia resmi mengambil formulir pencalonan di Sekretariat Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI.
Langkah Anash sontak menjadi sorotan publik olahraga Basel. Dengan rekam jejak panjang di bidang olahraga dan kepemudaan, ia datang penuh keyakinan membawa visi perubahan besar: menjadikan KONI sebagai pusat pembinaan atlet yang profesional, transparan, dan berprestasi.
“Olahraga bukan sekadar seremoni atau panggung politik. KONI harus menjadi rumah pembinaan mental, fisik, dan prestasi atlet. Saya maju untuk memastikan arah itu terwujud,” tegasnya.
Rekam Jejak Organisasi & Kepemudaan:
– Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Bangka Selatan (2019–2021)
– Sekretaris Yayasan Dr. Syekh Salman Daim Provinsi Bangka Belitung
– Staf Khusus Ketua FORKI Provinsi Bangka Belitung (2024–2028)
– Sekretaris Majelis Mursyidin Thariqat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Indonesia (MM TNAJ) Provinsi Babel
– Ketua Bidang 10 HIPMI Bangka Selatan
– Bujang Dayang Provinsi Bangka Belitung 2021
– Ketua PR GP Ansor Bangka Selatan
– Wakil Sekretaris III Karang Taruna Bangka Selatan
Prestasi di Bidang Olahraga:
Mantan atlet karate yang tampil di berbagai event bergengsi tingkat daerah hingga nasional
– Ketua termuda FORKI se-Indonesia Hingga Sekarang
Mengangkat prestasi karate Bangka Selatan di berbagai ajang dan mencetak atlet lolos ke tingkat nasional melalui program terukur.
– Membawa pulang Piala Juara Umum III di Piala Pendidikan Provinsi Babel
Dengan melihat profil dan prestasi sepak terjang Anash di lapangan dan organisasi, ditambah jejaring luas dan kemampuan manajerial yang teruji, membuatnya dinilai sebagai harapan baru untuk membawa KONI Bangka Selatan naik kelas.
Anash menegaskan fokusnya pada pembinaan atlet, pengembangan prestasi, dan menciptakan iklim olahraga yang sehat, inklusif, dan berdaya saing,”Pungkasnya.
Dengan resmi ditutupnya pendaftaran, proses akan berlanjut ke verifikasi berkas dan penetapan calon tetap sebelum pemilihan Ketua KONI Basel periode mendatang. (*)















