Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
BabelBerita UtamaPangkalpinang

Mantan Karyawan Timah Kecam Keras “Pasang Badan” Ketua IKT: Mau Jadi Pahlawan atau Provokator?

×

Mantan Karyawan Timah Kecam Keras “Pasang Badan” Ketua IKT: Mau Jadi Pahlawan atau Provokator?

Sebarkan artikel ini
Fahmi Djunaidi, S.H., mantan karyawan PT Timah yang kini berprofesi sebagai pengacara, mengecam keras sikap Ikatan Karyawan Timah (IKT) yang dinilainya provokatif dan berpotensi membenturkan karyawan dengan masyarakat. (Foto/Ist)

Pangkalpinang –  Pernyataan Ketua Umum Ikatan Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah, yang menyatakan siap “pasang badan” menghadapi aksi demonstrasi masyarakat pada Senin, 6 Oktober 2025, menuai kecaman keras! Mantan karyawan PT Timah, Fahmi Djunaidi, S.H., menilai sikap itu bukan bentuk loyalitas, melainkan langkah gegabah yang bisa memicu benturan antara karyawan dan masyarakat Bangka Belitung.

Sikap IKT itu bukan solusi, justru adu domba mengarah memprovokasi masyarakat untuk marah. “Dulu perjuangan MKT didukung rakyat, maka sekarang kita pun harus mendukung masyarakat, bukan menghadang mereka,” tegas Fahmi saat ditemui di kediamannya, Sabtu (4/10/2025).

Sosok Fahmi yang kini berprofesi sebagai pengacara menilai pernyataan IKT terkesan heroik semu dan mengabdi pada kepentingan pemegang saham, bukan karyawan atau masyarakat.

“Kepada adik-adik kami di IKT, jangan over acting. Tidak perlu mati konyol demi kepentingan para pemegang saham. Ingat, kalian bagian dari masyarakat Bangka Belitung,” ujarnya menambahkan.

Ia menegaskan, peran IKT semestinya menjadi penengah, bukan benteng yang berhadapan dengan rakyat sendiri.

“Fasilitasi saja aspirasi masyarakat. Kalau terjadi anarkis, itu tugas aparat, bukan IKT. Jangan sampai karyawan dibenturkan dengan masyarakat,” tutupnya dengan nada tajam.

Lebih lanjut, Fahmi menegaskan bahwa peran IKT seharusnya menjadi jembatan antara perusahaan dan masyarakat, bukan justru berhadapan secara frontal.

“Ikuti saja alurnya, dengarkan keluhan masyarakat, fasilitasi mereka. Kalau terjadi anarkis, itu tugas aparat penegak hukum, bukan IKT. Jangan kalian membenturkan karyawan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Catatan Redaksi:

Berita ini memuat pandangan Fahmi Djunaidi, S.H., mantan karyawan PT Timah. Pihak-pihak terkait seperti Ikatan Karyawan Timah (IKT) dan PT Timah Tbk berhak menyampaikan klarifikasi atau hak jawab sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan media redaksi berhak menayangkan secara proposional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *