Halmahera Utara – Polemik mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp di grup Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Halmahera Utara. Percakapan tersebut diduga melibatkan Aksandri Kitong, anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Partai Demokrat.
Dalam isi percakapan yang beredar, Aksandri disebut melontarkan pernyataan bernada keras terkait sejumlah kegiatan yang dikaitkan dengan sosok Kasman, Wakil Bupati Halmahera Utara. Ia bahkan mengimbau anggota grup untuk tidak mengikuti kegiatan tertentu.
Tak hanya itu, dalam pesan tersebut juga ditemukan penggunaan diksi yang dinilai kasar. Pada bagian lain, muncul ajakan kepada anggota grup agar menjauhi kegiatan yang berhubungan dengan Wakil Bupati. Salah satu kalimat dalam percakapan itu memicu sorotan karena dinilai kontroversial dan berpotensi menimbulkan penafsiran serius terkait situasi keamanan.
Ketua Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND), Wempy Habary, menilai gaya komunikasi tersebut tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik, terlebih disampaikan dalam forum organisasi kepemudaan.
“Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, setiap pernyataan di ruang publik—termasuk forum digital—punya konsekuensi sosial dan politik. Ini bisa memengaruhi dinamika internal organisasi hingga masyarakat luas,” tegas Wempy.
Ia menambahkan, polemik ini berpotensi memicu gesekan horizontal jika tidak segera ditangani secara serius.
LMND pun mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas.
“Kami meminta DPP Demokrat dan pihak kepolisian segera menindaklanjuti dugaan perilaku provokatif yang berpotensi memicu konflik horizontal,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut dalam percakapan tersebut.(rilis)















