Bangka Selatan – Ketua Apkasindo Bangka Selatan, Johan, melontarkan protes keras terkait penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Bangka Selatan. Meski harga minyak sawit mentah (CPO) di tingkat nasional naik hingga Rp16.000 per kilogram, harga pembelian TBS di Bangka Selatan justru anjlok, membuat petani lokal merugi.
“Hampir semua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bangka Belitung menurunkan harga TBS, tapi yang paling parah terjadi di Bangka Selatan. PKS membeli TBS kisaran Rp2.800, sementara harga di petani hanya Rp2.450. Di Belitung, harga TBS sudah di atas Rp3.500. Ini sangat merugikan petani,” tegas Johan dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
Diberitakan sebelumnya, harga TBS di Bangka Selatan menjadi salah satu yang terendah secara nasional. Di tengah tingginya harga CPO dunia, petani mengaku tertekan karena harga yang mereka terima jauh dari nilai ideal.
Saat ini, harga TBS di tingkat pabrik berada di kisaran Rp2.800 per kilogram, namun di tingkat petani, khususnya yang menjual melalui tengkulak harga turun menjadi Rp2.450 hingga Rp2.550 per kilogram.
Kacing, petani sawit asal Desa Payung, Kecamatan Payung, mengatakan kondisi ini membuat petani kesulitan menutup biaya produksi.
“Di pabrik mungkin Rp2.800, tapi kami di petani bisa hanya terima Rp2.450. Selisihnya cukup besar,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Suratno, petani dari Desa Paku. Ia menyebut harga sangat bergantung pada tengkulak karena keterbatasan akses langsung ke PKS.
“Kami tidak punya pilihan selain jual ke pengepul. Harga kadang Rp2.500 sampai Rp2.550,” katanya.
Johan menegaskan, sikap PKS yang tidak mengikuti ketetapan harga oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung merupakan bentuk ketidakadilan bagi petani. Ditambah melonjaknya harga pupuk, kondisi ini semakin menekan masyarakat petani.
“Di saat situasi seperti ini, saya sangat menyayangkan sikap wakil rakyat Bangka Selatan yang katanya memperjuangkan nasib rakyat kecil. Nyatanya, petani tetap dirugikan. Kami menuntut PKS segera menyesuaikan harga TBS sesuai ketetapan resmi,” tegas Johan.
Oleh karena itu, Johan menegaskan, Apkasindo Bangka Selatan menuntut seluruh PKS segera menyesuaikan harga TBS sesuai ketetapan resmi. Kepatuhan PKS terhadap harga yang adil penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi petani dan stabilitas produksi sawit lokal.
“Petani tidak bisa terus dirugikan. Harga TBS harus mencerminkan nilai CPO di pasar dan memperhitungkan biaya produksi yang semakin tinggi. Kami akan terus memantau dan menekan PKS hingga hak petani terpenuhi,” tegas Johan.
Tekanan terhadap PKS ini bukan sekadar protes, tetapi merupakan langkah nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan memastikan keadilan dalam rantai pasok kelapa sawit di Bangka Selatan.(red)















