Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
PalembangBerita Utama

Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya Tanam Jagung di Ogan Ilir, Dukung Swasembada Pangan 2025

×

Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya Tanam Jagung di Ogan Ilir, Dukung Swasembada Pangan 2025

Sebarkan artikel ini
Caption: "Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya tanam jagung di Ogan Ilir dalam program 1 juta hektare, dukung swasembada pangan 2025.(22/1)

PALEMBANG,DJITUBERITA.COM  – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2025, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bersama jajaran TNI melaksanakan penanaman jagung serentak seluas 1 juta hektare di seluruh Indonesia. Di Sumsel, kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir pada Selasa (21/1/2025), dengan total luas lahan yang ditanami mencapai 761 hektare.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH, usai kegiatan menuturkan bahwa gerakan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dengan Sumsel menempatkan fokus utamanya di Ogan Ilir. “Di Sumatera Selatan, kegiatan ini dipusatkan di Ogan Ilir, tepatnya di lahan subur belakang Kompleks Serai, Kelurahan Indralaya Indah,” ujarnya.

Lahan tersebut dikelola oleh kelompok tani yang diketuai Aipda Iwan Haryanto, dengan total area 10 hektare yang ditanami berbagai varietas jagung, termasuk Pioneer F1. Secara keseluruhan, luas garapan jagung di Ogan Ilir mencapai 400 hektare.

Kegiatan penanaman ini melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Pertanian (Kementan) RI, GAPKI, Perhutani, Inhutani, pihak swasta, serta dinas pertanian dan pemerintah daerah. Turut hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Menteri Pertanian Dr. Ir. Suwandi MSi, Sekda Provinsi Sumsel Drs. H. Edward Candra MH, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI M. Naudi Nurdika SIP MSi MTr.Han, Bupati OI Panca Wijaya Akbar SH, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol M. Zulkarnain SIK MSi, serta sejumlah pejabat utama Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel menjelaskan bahwa hasil panen jagung tahap pertama telah disiapkan offtaker atau pihak pengepul, yang akan menampung seluruh hasil produksi. “Mudah-mudahan dalam tiga bulan ke depan kita bisa panen dengan hasil yang optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi Rian menegaskan bahwa pada tahap berikutnya, offtaker akan dilibatkan sejak proses penanaman. “Offtaker akan berperan sejak awal, tidak hanya saat panen, tetapi juga dalam proses penanaman agar keberlanjutan produksi terjamin,” jelas lulusan Akpol 1991 tersebut.

Saat ini, tahap kontrak farming antara offtaker dengan kelompok tani tengah berlangsung, dengan harapan dapat segera ditandatangani untuk mempercepat implementasi program. “Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan target nasional 1 juta hektare bisa tercapai di Sumsel dengan sinergi seluruh pihak,” tambahnya.

Kapolda Sumsel juga mengapresiasi inisiatif Aipda Iwan Haryanto yang tidak hanya fokus pada budidaya jagung, tetapi juga berhasil mengembangkan varietas ubi baru bernama “Bhayangkara Madu.”

“Luar biasa dedikasi Aipda Iwan. Upaya ini perlu didukung bersama karena jika hanya satu orang yang bergerak, tentu hasilnya tidak maksimal,” tutup Kapolda Sumsel.

Kontributor – M.Akbar Alfahrezi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *