Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Rayakan Hari Anak Nasional, KPK Gandeng Erasmus Huis Tanamkan Nilai Integritas kepada Pelajar Lewat Film

×

Rayakan Hari Anak Nasional, KPK Gandeng Erasmus Huis Tanamkan Nilai Integritas kepada Pelajar Lewat Film

Sebarkan artikel ini
Hari Anak Nasional 2026: KPK bersama Erasmus Huis menggelar pemutaran film antikorupsi dan diskusi interaktif bagi 150 pelajar SMP Negeri 57 Jakarta di Auditorium Erasmus Huis, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. KPK

DJITUBERITA,JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan pendekatan yang berbeda. Bersama Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, KPK mengajak 150 pelajar SMP Negeri 57 Jakarta menanamkan nilai-nilai integritas melalui pemutaran film pendek antikorupsi dan diskusi interaktif di Auditorium Erasmus Huis, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi KPK memperluas pendidikan antikorupsi melalui pendekatan kreatif yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Melalui media audio-visual, para pelajar diajak memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan itu, peserta menyaksikan tiga film pendek pilihan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST), yakni Loma, Review Klinik Baru ft. Sissy, dan Rahasia Umum. Ketiga film tersebut mengangkat berbagai persoalan integritas yang kerap ditemui dalam kehidupan remaja, mulai dari kebiasaan bersikap jujur hingga keberanian menolak tindakan yang tidak benar.

Usai pemutaran film, para siswa mengikuti diskusi interaktif dan kuis bersama narasumber serta guru pendamping guna memperdalam pemahaman mengenai pesan-pesan antikorupsi yang terkandung dalam film.
Budaya Jujur Dimulai dari Hal-Hal Sederhana

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Cahya H. Harefa, menegaskan bahwa pendidikan integritas harus dimulai sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana di lingkungan sekolah.

“Integritas dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak menyontek. Terlihat sederhana, tetapi sering kali tidak mudah dilakukan. Karena itu budaya jujur harus dibangun sejak dini agar tidak berkembang menjadi perilaku koruptif yang lebih besar di masa depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Sekretariat Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyano, mengatakan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.

Menurutnya, pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Membangun karakter sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan Indonesia. Pemberantasan korupsi juga dilakukan melalui pendidikan,” kata Guntur.

Ia menilai film menjadi media pembelajaran yang efektif karena mampu menyampaikan pesan antikorupsi dengan cara yang lebih dekat dengan pengalaman dan keseharian anak muda.

Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, mengajak para pelajar menjadikan film sebagai sarana refleksi dalam menentukan pilihan hidup yang benar.

Menurutnya, setiap orang memiliki kebebasan memilih, namun kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian melakukan hal yang benar merupakan nilai yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 57 Jakarta, Endro Suwarno, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai penyampaian pendidikan antikorupsi melalui film lebih mudah diterima para siswa dibandingkan metode konvensional.

Endro berharap kerja sama serupa dapat berlanjut, termasuk melalui pelatihan pembuatan film antikorupsi sehingga para pelajar mampu menjadi agen penyebar nilai-nilai integritas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Membangun Generasi Antikorupsi
Melalui sinergi antara KPK dan Erasmus Huis, pendidikan antikorupsi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam momentum Hari Anak Nasional, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun budaya jujur sejak usia dini.

Pendekatan yang memadukan seni, budaya, dan pendidikan dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memperkuat internalisasi nilai integritas pada generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia yang bersih dari praktik korupsi.

Sumber: Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *