Jakarta – Pemerintah menegaskan fokus utama penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera saat ini adalah keselamatan warga, pemulihan akses vital, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya nasional, termasuk pembangunan jembatan bailey, pembukaan jalur logistik, pemulihan jaringan listrik, serta pengerahan personel TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan.
Seiring dengan upaya tersebut, muncul klaim dari sejumlah influencer yang mengaku mengalami intimidasi setelah menyampaikan kritik terkait penanganan bencana.
Menanggapi hal itu, aparat keamanan mengimbau agar dugaan intimidasi atau teror segera dilaporkan secara resmi kepada penegak hukum agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko Priyoski, menyatakan bahwa kritik dalam negara demokrasi merupakan hal yang sah, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis data.
Joko menekankan agar isu bencana tidak dijadikan sarana membangun opini yang berpotensi mengaburkan kerja kemanusiaan pemerintah di lapangan,”tegasnya
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pegiat media sosial dan influencer, untuk menjaga ruang publik tetap kondusif agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan warga dapat berjalan optimal.(Rilis)















