Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Kajian Panas Bumi Pangrango Dinilai Penting, ADPPI Dukung Langkah Gubernur Dedi Mulyadi

×

Kajian Panas Bumi Pangrango Dinilai Penting, ADPPI Dukung Langkah Gubernur Dedi Mulyadi

Sebarkan artikel ini
Logo Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia (ADPPI), organisasi yang mendorong pengembangan energi panas bumi berbasis keberlanjutan dan kajian ilmiah di Indonesia.

Bandung – Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI), Hasanuddin, mendukung langkah Gubernur  Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta adanya kajian akademik dan ilmiah terkait rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Menurut Hasanuddin, kajian tersebut menjadi langkah penting agar seluruh proses pengembangan energi geothermal berjalan berdasarkan data, penelitian, dan pertimbangan ilmiah yang objektif.

Hassanudin menilai pendekatan akademik diperlukan untuk memastikan kebijakan yang diambil tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan energi nasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat sekitar.

“Semua harus berbasis kajian ilmiah sehingga keputusan yang diambil benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hasanuddin dalam keterangannya masuk ke redaksi, Senin Malam (11/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini aktivitas panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango masih berada pada tahap eksplorasi awal guna menemukan titik potensi sumber energi geothermal.

Karena itu, berbagai kajian mengenai dampak lingkungan, sosial, hingga keberlanjutan ekosistem dinilai menjadi bagian penting sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya.

Hasanuddin juga menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki kemampuan anggaran untuk mendukung pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, pembiayaan kajian dapat bersumber dari dana bagi hasil maupun bonus produksi sektor energi dan sumber daya alam yang selama ini menjadi bagian dari pendapatan daerah.

Selain itu, ADPPI berharap proses penelitian melibatkan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang energi panas bumi serta lingkungan hidup. Dua institusi yang dinilai memiliki kapasitas tersebut yakni Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padjadjaran.

Keterlibatan akademisi dianggap penting agar hasil kajian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah secara objektif dan transparan.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa polemik pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango tidak dapat diputuskan hanya berdasarkan opini maupun tekanan publik semata. Ia menilai perlu adanya pendekatan akademik guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi terbarukan dengan perlindungan lingkungan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *