Jakarta – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 melalui upacara resmi yang digelar di Lapangan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu Pagi (7/1/2026).
Peringatan dua dekade ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan posisi Bakamla RI sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut nasional.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla. Dalam amanatnya, Irvansyah menegaskan bahwa usia 20 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol kedewasaan institusi dalam mengemban mandat negara di wilayah perairan Indonesia.
Sejak berdiri, Bakamla RI dihadapkan pada beragam tantangan kompleks, mulai dari pelanggaran hukum di laut, aktivitas ilegal lintas batas negara, hingga dinamika koordinasi antarinstansi maritim. Namun, soliditas, loyalitas, dan profesionalisme personel menjadi fondasi utama yang menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.
“Bakamla RI tidak hanya hadir sebagai unsur patroli, tetapi juga sebagai simbol kehadiran negara dalam menjamin rasa aman di laut Indonesia,” kata Irvansyah.
Memasuki usia ke-20, Bakamla RI kini berada pada fase baru transformasi menuju Indonesia Coast Guard yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berstandar internasional.
Transformasi ini, menurut Irvansyah, menuntut sumber daya manusia yang unggul, integritas yang kuat, serta konsistensi dalam menjunjung etika profesi.
Peringatan HUT ke-20 Bakamla RI tahun ini dilaksanakan secara internal tanpa mengundang pihak luar. Irvansyah menyebut hal tersebut sebagai refleksi kedewasaan institusi dalam menyikapi tantangan dan keterbatasan ke depan.
Dalam upacara tersebut juga ditampilkan pencak silat yang resmi dikukuhkan sebagai bela diri Bakamla RI. Bela diri ini berasal dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Madiun.
“Kami ingin membekali personel dengan bela diri asli Indonesia, tidak hanya untuk kemampuan fisik, tetapi juga untuk menanamkan nilai budi luhur dan etika,” ujar Irvansyah.
Dari sisi kinerja, Bakamla RI mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut serta aktif dalam penegakan hukum terhadap berbagai kejahatan maritim, seperti ilegal mining, penyelundupan, dan pelanggaran hukum lainnya.
Bakamla RI juga berperan dalam misi kemanusiaan dan aktif melakukan patroli bersama instansi nasional serta kerja sama keamanan laut dengan negara mitra. Irvansyah menambahkan, peningkatan satu poin indeks keamanan laut berpotensi mendorong investasi hingga Rp109,7 triliun.















