Bangka Selatan – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (DPPP) terus mendorong peningkatan luas tanaman pangan dengan merehabilitasi lahan kurang produktif dan lahan tidur di sejumlah wilayah.
Kepala DPPP Basel, Risvandika, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan program perluasan lahan sawah seluas kurang lebih 500 hektare pada tahun ini. Program tersebut akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Toboali, Pulau Besar, Airgegas, dan Kepulauan Lepar.
“Pengajuan perluasan lahan sawah tahun ini sekitar 500 hektare yang tersebar di empat kecamatan,” ujarnya, Selasa (13/01).
Menurutnya, langkah optimalisasi dilakukan melalui penataan serta perbaikan lahan sawah yang selama ini kurang produktif. Selain itu, lahan tidur juga akan dimanfaatkan guna mendongkrak luas tanam di wilayah Basel.
Ia menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi lahan sangat bergantung pada sistem pengairan yang baik. Oleh karena itu, perbaikan irigasi dan drainase menjadi fokus utama dalam program tersebut.
“Kunci keberhasilan rehabilitasi ini ada pada irigasi dan drainase. Jika pengairan baik, maka lahan sawah bisa dimaksimalkan kembali,” jelasnya.
Dengan adanya perluasan dan optimalisasi lahan tersebut, diharapkan produksi pangan daerah meningkat signifikan. Dampaknya tidak hanya pada ketahanan pangan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Harapannya program ini segera terealisasi, sehingga petani semakin bergairah mengelola sawah dan hasil produksi pangan daerah ikut meningkat,” pungkasnya.















