Jakarta – Mungki Hadipratikto kini menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam operasi pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sejak ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK pada Desember 2025, ia memegang kendali penuh atas seluruh lini penegakan hukum: penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga eksekusi.
Kehadirannya makin menonjol setelah ia beberapa kali tampil memberi keterangan pers, termasuk saat mengumumkan penetapan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, sebagai tersangka kasus korupsi fee proyek dan dugaan pencucian uang.
Karier Panjang Penegak Hukum
Mungki adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 1998 dan aktif di IKAFH Undip. Kariernya dimulai sebagai Jaksa di Kejaksaan Agung sebelum bergabung ke KPK pada 24 Maret 2014.
Pengalaman sebagai Jaksa di Korps Adhyaksa
Sebelum masuk KPK, Mungki menjalani fase penting sebagai Jaksa yang menangani berbagai perkara tindak pidana umum dan khusus. Pengalaman ini membentuk kepiawaiannya dalam:
– Analisis berkas perkara dengan standar pembuktian yang ketat
– Strategi penuntutan dalam persidangan
Koordinasi penyidik–penuntut umum, terutama menangani kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi. Penanganan barang bukti dan memastikan berkas perkara siap diajukan ke pengadilan
Bekal itu menjadi dasar kuat mendorongnya dipercaya menangani kasus-kasus besar di KPK.
Setelah bergabung sebagai Jaksa Penuntut Umum pada 2014, kariernya berkembang pesat:
2014 – Jaksa Penuntut Umum KPK
2019 – Koordinator Unit Pelacakan Aset, Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi)
2021 – Direktur Labuksi
2025 – Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi
Penunjukannya sebagai Plh Deputi dilakukan setelah KPK melepas Irjen Pol Rudi Setiawan dari jabatan tersebut.
Memimpin Operasi Penindakan KPK
Sebagai Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi, Mungki mengendalikan salah satu kedeputian paling strategis di KPK. Tugasnya meliputi:
Mengomandoi penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan seluruh perkara tipikor.
Mengarahkan operasi lapangan seperti OTT, penggeledahan, dan penyitaan
Mengambil keputusan strategis, termasuk penetapan tersangka dan pelaksanaan penahanan
Mengkoordinasikan empat direktorat: Penyelidikan, Penyidikan, Penuntutan, dan Labuksi
Perannya terlihat nyata saat mengumumkan pengungkapan kasus korupsi fee proyek di Lampung Tengah.
Ahli Pelacakan Aset dan Eksekusi Putusan
Selain memimpin penindakan, Mungki juga masih menjabat sebagai Direktur Labuksi , unit kunci dalam pemulihan kerugian negara. Di bawah kendalinya, Labuksi menangani:
– Pelacakan aset hasil korupsi
– Pengamanan dan pengelolaan barang bukti
– Eksekusi putusan pengadilan, termasuk perampasan aset
– Optimalisasi aset sitaan melalui lelang atau penetapan status penggunaan
Kombinasi keahlian penindakan dan pengelolaan aset membuat Mungki menjadi figur strategis dalam memastikan efek jera bagi pelaku korupsi.
Aktif di Forum Internasional G20 ACWG
Mungki juga hadir sebagai bagian dari delegasi Indonesia dalam forum G20 ACWG yang membahas peningkatan mekanisme asset recovery serta penguatan pengawasan profesi hukum terhadap potensi TPPU dari tindak pidana korupsi.
Dengan pengalaman sebagai Jaksa dan penguasaan penuh atas strategi penindakan serta pemulihan aset, Mungki Hadipratikto kini berada di jantung operasi KPK. Ia menjadi wajah baru penegakan hukum di tengah sorotan publik terhadap efektivitas lembaga antirasuah dalam menangani kasus-kasus besar.(red)















