Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalProfil

Dari Korps Adhyaksa ke KPK, Ini Kiprah Strategis Mungki Hadipratikto

×

Dari Korps Adhyaksa ke KPK, Ini Kiprah Strategis Mungki Hadipratikto

Sebarkan artikel ini
Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto. (Dok/Kabariku.com)

Jakarta – Mungki Hadipratikto kini menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam operasi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Sejak ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK pada Desember 2025, ia memegang kendali penuh atas seluruh lini penegakan hukum: penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga eksekusi.

Kehadirannya makin menonjol setelah ia beberapa kali tampil memberi keterangan pers, termasuk saat mengumumkan penetapan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, sebagai tersangka kasus korupsi fee proyek dan dugaan pencucian uang.

Karier Panjang Penegak Hukum

Mungki adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 1998 dan aktif di IKAFH Undip. Kariernya dimulai sebagai Jaksa di Kejaksaan Agung sebelum bergabung ke KPK pada 24 Maret 2014.

Pengalaman sebagai Jaksa di Korps Adhyaksa

Sebelum masuk KPK, Mungki menjalani fase penting sebagai Jaksa yang menangani berbagai perkara tindak pidana umum dan khusus. Pengalaman ini membentuk kepiawaiannya dalam:

– Analisis berkas perkara dengan standar pembuktian yang ketat

– Strategi penuntutan dalam persidangan

Koordinasi penyidik–penuntut umum, terutama menangani kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi. Penanganan barang bukti dan memastikan berkas perkara siap diajukan ke pengadilan

Bekal itu menjadi dasar kuat mendorongnya dipercaya menangani kasus-kasus besar di KPK.

Setelah bergabung sebagai Jaksa Penuntut Umum pada 2014, kariernya berkembang pesat:

2014 – Jaksa Penuntut Umum KPK

2019 – Koordinator Unit Pelacakan Aset, Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi)

2021 – Direktur Labuksi

2025 – Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi

Penunjukannya sebagai Plh Deputi dilakukan setelah KPK melepas Irjen Pol Rudi Setiawan dari jabatan tersebut.

Memimpin Operasi Penindakan KPK

Sebagai Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi, Mungki mengendalikan salah satu kedeputian paling strategis di KPK. Tugasnya meliputi:

Mengomandoi penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan seluruh perkara tipikor.

Mengarahkan operasi lapangan seperti OTT, penggeledahan, dan penyitaan

Mengambil keputusan strategis, termasuk penetapan tersangka dan pelaksanaan penahanan

Mengkoordinasikan empat direktorat: Penyelidikan, Penyidikan, Penuntutan, dan Labuksi

Perannya terlihat nyata saat mengumumkan pengungkapan kasus korupsi fee proyek di Lampung Tengah.

Ahli Pelacakan Aset dan Eksekusi Putusan

Selain memimpin penindakan, Mungki juga masih menjabat sebagai Direktur Labuksi , unit kunci dalam pemulihan kerugian negara. Di bawah kendalinya, Labuksi menangani:

– Pelacakan aset hasil korupsi

– Pengamanan dan pengelolaan barang bukti

– Eksekusi putusan pengadilan, termasuk perampasan aset

– Optimalisasi aset sitaan melalui lelang atau penetapan status penggunaan

Kombinasi keahlian penindakan dan pengelolaan aset membuat Mungki menjadi figur strategis dalam memastikan efek jera bagi pelaku korupsi.

Aktif di Forum Internasional G20 ACWG

Mungki juga hadir sebagai bagian dari delegasi Indonesia dalam forum G20 ACWG yang membahas peningkatan mekanisme asset recovery serta penguatan pengawasan profesi hukum terhadap potensi TPPU dari tindak pidana korupsi.

Dengan pengalaman sebagai Jaksa dan penguasaan penuh atas strategi penindakan serta pemulihan aset, Mungki Hadipratikto kini berada di jantung operasi KPK. Ia menjadi wajah baru penegakan hukum di tengah sorotan publik terhadap efektivitas lembaga antirasuah dalam menangani kasus-kasus besar.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *