DJITUBERITA,JAKARTA – Optimisme terhadap kemampuan PAM JAYA mencapai cakupan layanan air minum perpipaan 100 persen di DKI Jakarta pada 2029 menguat seiring percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kinerja pelayanan.
Dukungan tersebut datang dari sejumlah organisasi dan komunitas aktivis di Jakarta, di antaranya Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), POROS MUDA NU, dan Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA).
Target cakupan layanan air minum perpipaan 100 persen yang sebelumnya direncanakan tercapai pada 2030 kini dipercepat menjadi 2029 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Percepatan itu diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap air minum sekaligus mendorong pengurangan penggunaan air tanah yang menjadi salah satu persoalan lingkungan Jakarta.
Ketua Umum DPP KAMAKSI Joko Priyoski menilai peningkatan cakupan layanan menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya kemajuan dalam kinerja PAM JAYA.
Menurut Joko, cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta telah mencapai 82 persen hingga Agustus 2026. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 86 persen pada akhir 2026 sebagai bagian dari tahapan menuju cakupan layanan penuh pada 2029.
“Faktor pendorong keyakinan publik dan kelompok aktivis terhadap PAM JAYA mampu mencapai target 100 persen air bersih karena kinerja PAM JAYA terus meningkat,” kata Joko, Selasa (25/8/2026) di Jakarta.
Ia juga menyoroti rencana ekspansi jaringan perpipaan yang disebut mencapai sekitar 7.000 kilometer. Penambahan tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan perpipaan di berbagai wilayah Jakarta.
Menurut dia, pembangunan jaringan baru menjadi bagian penting dalam mengejar target cakupan layanan 100 persen.
“Kinerja PAM JAYA di bawah kepemimpinan Direktur Utama Arief Nasrudin semakin meningkat dan sesuai dengan harapan publik,” ujarnya.
Selain memperluas jaringan perpipaan, PAM JAYA juga mendorong pembangunan sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) strategis. Beberapa proyek yang disebut antara lain IPA Buaran III dan IPA Pesanggrahan, serta perencanaan IPA Condet dan IPA Semanan.
Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi dan pasokan air minum guna mengimbangi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Untuk menjangkau kawasan padat penduduk dan wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses, PAM JAYA juga mengembangkan reservoir komunal serta stasiun pengisian air minum.
Ketua Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA) Anwar Sjani mengatakan peningkatan pemasangan sambungan rumah menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perluasan layanan.
“Rekor pemasangan sambungan baru PAM JAYA merupakan salah satu ukuran keberhasilan dalam melakukan akumulasi puluhan hingga ratusan ribu sambungan rumah baru dalam kurun waktu singkat,” kata Anwar.
Di tengah perluasan jaringan, kebutuhan pasokan air menjadi tantangan lain yang harus diselesaikan untuk mencapai cakupan 100 persen.
Berdasarkan data yang disampaikan, PAM JAYA saat ini mendistribusikan air sekitar 22.000 liter per detik (L/s). Sementara kebutuhan air untuk mendukung cakupan layanan 100 persen diperkirakan mencapai sekitar 33.000 L/s.
Dengan demikian, masih terdapat kebutuhan tambahan kapasitas pasokan yang harus dipenuhi seiring perluasan jaringan dan sambungan pelanggan.
Percepatan pembangunan infrastruktur air juga dinilai berkaitan dengan upaya Jakarta mengurangi ketergantungan terhadap air tanah. Penggunaan air perpipaan diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan perkotaan.
Koordinator Nasional POROS MUDA NU Ramadhan Isa mengajak masyarakat ikut mendukung program perluasan layanan air perpipaan melalui edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan air bersih yang berkelanjutan.
Menurut Ramadhan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga jaringan perpipaan dan mengurangi penggunaan air tanah.
“Masyarakat perlu ikut mendukung melalui sosialisasi dan edukasi tentang air bersih, termasuk menjaga infrastruktur pipa dari kebocoran fisik serta berpartisipasi beralih dari air tanah ke air perpipaan,” ujarnya.
Ramadhan menilai dukungan dan pengawasan publik diperlukan agar percepatan cakupan layanan air minum dapat berjalan secara berkelanjutan.
Target 100 persen cakupan air minum perpipaan pada 2029 pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan PAM JAYA meningkatkan kapasitas pasokan, memperluas jaringan distribusi, menambah sambungan rumah, sekaligus memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung Jakarta menuju kota global dengan sistem layanan dasar yang lebih merata dan berkelanjutan.(red)















