Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita UtamaJakarta

Bank Jakarta Salurkan Kredit Rp326 Miliar untuk 2.388 Pedagang Pasar Jakarta

547
×

Bank Jakarta Salurkan Kredit Rp326 Miliar untuk 2.388 Pedagang Pasar Jakarta

Sebarkan artikel ini
Bank Jakarta menggelar akad kredit massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

DJITUBERITA,JAKARTA – Bank Jakarta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro melalui penyaluran kredit kepada pedagang pasar. Terbaru, sebanyak 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengikuti akad kredit massal pada Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pemangku kepentingan terkait.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, perluasan pembiayaan dilakukan dengan mendekatkan layanan perbankan ke pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” ujar Agus.

Menurut dia, pendekatan tersebut salah satunya diwujudkan melalui 243 Sentra Mikro yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

Sentra Mikro menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta mendekatkan akses pembiayaan sekaligus memahami karakteristik dan kebutuhan usaha pelaku UMKM di masing-masing wilayah.

Bagi pedagang pasar, kedekatan layanan dinilai penting karena aktivitas perdagangan membuat mereka harus tetap berada di lokasi usaha. Dengan layanan yang lebih dekat, hambatan dalam mengakses pembiayaan diharapkan dapat ditekan.

Kredit di Kramat Jati Capai Rp48 Miliar

Pasar Induk Kramat Jati menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan pembiayaan Bank Jakarta dalam jumlah cukup besar.

Hingga saat ini, penyaluran kredit di kawasan tersebut mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang.

Pasar Induk Kramat Jati memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha dan menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Jakarta.

Pembiayaan yang disalurkan Bank Jakarta mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan non-KUR. Plafon kredit dapat mencapai Rp500 juta, menyesuaikan ketentuan dan kebutuhan debitur.

Besarnya jumlah pelaku usaha di kawasan pasar tersebut menunjukkan masih terbukanya potensi pembiayaan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.

Pembiayaan Pedagang Pasar Capai Rp326 Miliar

Perluasan pembiayaan juga dilakukan Bank Jakarta di sejumlah pasar lainnya.

Berdasarkan data hingga Juni 2026, total pembiayaan Bank Jakarta kepada pedagang pasar di Jakarta telah mencapai sekitar Rp326 miliar untuk 2.388 debitur.

Agus menegaskan, keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan.

“Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, pembiayaan mikro diarahkan tidak hanya sebagai fasilitas permodalan, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan usaha.

Pedagang yang semula berada pada skala mikro diharapkan dapat berkembang menjadi usaha kecil hingga menengah.

“Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka,” ujar Agus.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kepastian modal kerja menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pedagang untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Rano.

Menurutnya, penguatan sektor UMKM pasar membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan berbagai pihak.

Program tersebut dijalankan melalui sinergi Bank Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya.

Kolaborasi itu tidak hanya berkaitan dengan penyaluran kredit, tetapi juga mencakup upaya mendekatkan layanan keuangan dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Pasar

Pasar Induk Kramat Jati merupakan salah satu pusat perdagangan kebutuhan pangan di Jakarta. Aktivitas ribuan pelaku usaha di kawasan tersebut turut menggerakkan rantai distribusi barang dari pedagang hingga konsumen.

Karena itu, penguatan akses permodalan bagi pedagang dinilai memiliki dampak terhadap keberlangsungan aktivitas ekonomi di kawasan pasar.

Bank Jakarta juga terus mengembangkan layanan perbankan melalui digitalisasi. Namun, transformasi tersebut berjalan beriringan dengan pendekatan langsung melalui jaringan Sentra Mikro.

Dengan 243 Sentra Mikro, Bank Jakarta berupaya mendekatkan layanan kepada pelaku UMKM di berbagai wilayah Jakarta.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembiayaan bukan hanya terletak pada nilai kredit yang tersalurkan, tetapi pada kemampuan pembiayaan tersebut mendorong pertumbuhan omzet, memperbesar skala usaha, menciptakan lapangan kerja, serta membawa pelaku UMKM naik kelas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi Jakarta dengan pasar rakyat dan UMKM sebagai salah satu fondasi penting perekonomian daerah.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *