Bangka Selatan,Djituberita.com – Tender proyek rehabilitasi jaringan irigasi Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung Kementerian PUPR dengan nilai pagu Rp18.500.000.000,00 (Rp18,5 miliar) dari APBN Tahun Anggaran 2025, mengalami perjalanan panjang dengan dua kali kegagalan tender.
Tender pertama dibuka pada akhir Januari 2025, diikuti tiga perusahaan:
1. PT Gentraco Laksono – Penawaran Rp14,8 miliar,
2. PT Graha Anugerah Lestari – Penawaran Rp14,8 miliar.
Namun pada 13 Februari 2025, tender ini dinyatakan gagal karena ditemukan kesalahan pada dokumen pemilihan yang tidak sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Tender diulang akhir Februari 2025 dan dibuka kembali pada 7 Maret 2025, dengan peserta:
1. PT Menara Gading Sakti – Penawaran Rp14,8 miliar,
2. PT Gentraco Laksono – Penawaran Rp14,8 miliar.
PT Graha Anugerah Lestari tidak ikut dalam tender ulang ini. Namun, kembali pada 11 Maret 2025, tender ini dinyatakan gagal dengan alasan yang sama: ketidaksesuaian dokumen pemilihan dengan regulasi.
Setelah dua kali gagal, tender kembali dibuka pada akhir Maret 2025 dan kali ini diminati lebih banyak peserta, yakni tujuh perusahaan:
1. PT Menara Gading Sakti – Penawaran Rp14,8 miliar,
2. PT Gentraco Laksono – Penawaran Rp14,8 miliar,
3. PT Widya Pratama Perkasa – Penawaran Rp14,8 miliar,
4. PT Mega Karya Sentralindo – Penawaran Rp17,137 miliar,
5. PT Graha Anugerah Lestari – Penawaran Rp18.053.886.572,31 (sekitar Rp18,0 miliar).
Sedangkan PT Bangka Cakra Karya dan CV Firman tercatat mendaftar namun tidak memasukkan dokumen penawaran.
Penetapan pemenang yang awalnya dijadwalkan pada 15 April 2025 sempat diundur ke 22 April 2025, sebelum akhirnya diumumkan secara internal pada 24 April 2025.
PT Graha Anugerah Lestari ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp18.053.886.572,31, atau hanya 2,3% di bawah pagu HPS Rp18,5 miliar.
Hingga hari ini, Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung belum mengumumkan secara resmi pemenang tender ini ke publik.
Kondisi dua kali gagal tender dan penundaan berkali-kali ini telah menjadi perhatian masyarakat, yang berharap pelaksanaan proyek strategis ini berjalan transparan dan sesuai ketentuan.(red/*)















