Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Pendiri HAI Kritik Metodologi IndexMundi, Klaim Polri Paling Korup Dinilai Menyesatkan

×

Pendiri HAI Kritik Metodologi IndexMundi, Klaim Polri Paling Korup Dinilai Menyesatkan

Sebarkan artikel ini
Pendiri Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, menilai klaim IndexMundi yang menyebut Polri sebagai polisi paling korup di Asia Tenggara memiliki kelemahan metodologi dan tidak layak dijadikan rujukan ilmiah. Dok. Istimewa.

DJITUBERITA,JAKARTA – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, R. Haidar Alwi, menilai klaim yang menyebut Polri sebagai kepolisian paling korup di Asia Tenggara berdasarkan data IndexMundi tidak layak dijadikan rujukan ilmiah.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/7/2026), Haidar Alwi menyebut data tersebut hanya merepresentasikan persepsi sebagian kecil responden yang mengisi survei secara sukarela melalui situs daring, bukan menggambarkan kondisi objektif maupun opini publik Indonesia secara keseluruhan.

Menurutnya, hasil survei hanya menunjukkan rata-rata persepsi dari 296 responden yang memilih Indonesia dengan skor 7,56 terkait tingkat korupsi di kepolisian. Angka tersebut, kata dia, tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Polri merupakan institusi kepolisian paling korup di Asia Tenggara atau berada di peringkat ke-18 dunia.

Ia juga mengkritisi metodologi survei yang dinilai tidak memenuhi standar ilmiah karena menggunakan responden sukarela (nonprobability sampling), tidak transparan dalam proses pengumpulan data, tidak menjelaskan mekanisme verifikasi responden, serta tidak mengungkap metode pengendalian kualitas data.

Selain itu, Haidar Alwi menilai penggunaan margin of error dalam survei tersebut berpotensi menyesatkan karena tidak dapat diterapkan untuk sampel sukarela yang tidak representatif terhadap populasi nasional.

Ia juga menyoroti bahwa daftar IndexMundi hanya mencakup 100 negara dan tidak memasukkan sejumlah negara di kawasan ASEAN, sehingga klaim bahwa Indonesia merupakan negara dengan polisi paling korup di Asia Tenggara dinilai tidak memiliki dasar yang utuh.

Karena itu, Haidar Alwi mengimbau masyarakat dan media agar lebih kritis dalam membaca hasil survei serta tidak menjadikan data IndexMundi sebagai ukuran ilmiah tingkat korupsi kepolisian maupun sebagai representasi pendapat seluruh masyarakat Indonesia.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *