Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Sufmi Dasco Pimpin Langkah Reformasi Ekspor SDA, Pemuda Indonesia Timur dan DPP GMNI: Momentum yang Selama Ini Kami Tunggu

×

Sufmi Dasco Pimpin Langkah Reformasi Ekspor SDA, Pemuda Indonesia Timur dan DPP GMNI: Momentum yang Selama Ini Kami Tunggu

Sebarkan artikel ini
Rion Adi, Pemuda Indonesia Timur dan Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPP GMNI. (Foto Dok. Istimewa)
Rion Adi, Pemuda Indonesia Timur dan Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPP GMNI. (Foto Dok. Istimewa)

DJITUBERITA,JAKARTA – Langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembahasan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) bersama Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mendapat apresiasi dari kalangan pemuda Indonesia Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Rion Adi, Pemuda Indonesia Timur sekaligus Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPP GMNI, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut Rion, pertemuan yang dipimpin Dasco merupakan langkah strategis yang menunjukkan keseriusan negara dalam membangun tata kelola sumber daya alam yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

“Sebagai pemuda yang berasal dari Indonesia Timur, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Sufmi Dasco Ahmad atas inisiatif dan perhatian yang diberikan terhadap upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam.

Agenda ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah-daerah penghasil SDA yang selama ini menginginkan pengelolaan yang lebih adil dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rion.

Ia menilai, pembahasan mengenai peran DSI dalam pengelolaan ekspor sumber daya alam serta upaya penyempurnaan tata kelola di lingkungan Kementerian ESDM merupakan langkah penting untuk memastikan kekayaan alam Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, daerah-daerah di Indonesia Timur memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Papua, misalnya, dikenal sebagai kawasan dengan cadangan emas, tembaga, dan perak kelas dunia serta potensi gas alam yang besar.

Sementara Maluku Utara dan Sulawesi menjadi salah satu pusat produksi nikel strategis yang menopang industri hilirisasi dan transisi energi global. Di sisi lain, Maluku juga memiliki potensi besar di sektor perikanan, kelautan, serta komoditas rempah-rempah unggulan.

Rion mengatakan, kebijakan yang sedang dirumuskan pemerintah bersama para pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekspor, tetapi juga mampu menghadirkan pemerataan manfaat ekonomi bagi daerah penghasil.

“Kami berharap kebijakan yang lahir dari proses ini dapat menjamin keadilan distribusi manfaat ekonomi, mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah, memperluas kesempatan kerja, dan membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang berbasis pada potensi sumber daya alam daerahnya masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa reformasi tata kelola sektor sumber daya alam harus mampu menekan kebocoran pendapatan negara, meningkatkan efisiensi pengelolaan komoditas ekspor, serta memastikan hasil kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Rion juga menaruh harapan besar terhadap sinergi antara DPR RI, pemerintah, Danantara, dan Kementerian ESDM agar dapat menghasilkan kebijakan yang implementatif dan berkelanjutan.

“Koordinasi yang kuat antar-lembaga menjadi faktor penting agar kebijakan yang dirumuskan tidak berhenti pada tataran konsep. Kami berharap dampak positif dari pembenahan tata kelola ini dapat segera dirasakan hingga ke daerah-daerah terpencil, termasuk seluruh wilayah Indonesia Timur yang selama ini menjadi salah satu penopang utama kekayaan sumber daya alam nasional,” ujarnya.

Menurut Rion, kepemimpinan Dasco dalam mengawal agenda strategis tersebut menunjukkan pentingnya peran parlemen dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan selaras dengan tujuan pembangunan nasional, yakni pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *