DJITUBERITA,JAKARTA – Ramainya perbincangan di media sosial terkait dugaan kenaikan tarif air PAM JAYA mendapat perhatian dari Komunitas Warga Jakarta (KOMWAJA) dan Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP). Kedua organisasi masyarakat tersebut mengimbau warga Jakarta agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta mengutamakan sumber resmi dalam memperoleh informasi terkait layanan air bersih.
Salah satu pelanggan PAM JAYA, Agus Aminullah, warga Jalan Rawa Sawah Gang Delima VII RT 013 RW 02, Johar Baru, Jakarta Pusat, mengaku tagihan air yang diterimanya hingga saat ini masih dalam kondisi normal.
“Tagihan air PAM JAYA di rumah saya tidak ada kenaikan, masih normal,” ujarnya.
Ketua KOMWAJA, Anwar Sjani, mengatakan pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait isu kenaikan tarif air yang ramai beredar dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, masyarakat diminta melakukan pengecekan langsung kepada PAM JAYA agar memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Jika ada pertanyaan terkait tagihan maupun tarif air, sebaiknya menghubungi layanan resmi PAM JAYA sehingga memperoleh informasi yang valid,” ujar Anwar, Selasa (3/6/2026).
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak berdasarkan fakta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan dapat memicu keresahan yang tidak perlu.
KOMWAJA dan KKMP menilai setiap keluhan maupun pertanyaan terkait tagihan air sebaiknya disampaikan melalui saluran resmi yang telah disediakan PAM JAYA.
Masyarakat dapat menghubungi Call Center PAM JAYA di nomor 1500-223, mengakses layanan digital melalui situs resmi perusahaan, atau mendatangi kantor pelayanan terdekat untuk mendapatkan penjelasan secara langsung.
Presidium KKMP, Joko Priyoski, menegaskan langkah tersebut jauh lebih efektif dibandingkan menyebarkan dugaan atau informasi yang belum terkonfirmasi melalui media sosial.
“Apabila ada tagihan yang dianggap tidak sesuai atau terdapat kendala layanan, laporkan melalui kanal resmi. Dengan begitu persoalan dapat diperiksa dan ditindaklanjuti secara objektif oleh petugas yang berwenang,” katanya.
Selain mengajak warga aktif mencari informasi yang benar, KOMWAJA juga mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik.
Menurut Anwar, era digital menuntut masyarakat untuk lebih selektif sebelum membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan layanan publik yang menyangkut kepentingan banyak orang.
“Kami mengajak masyarakat untuk menghentikan penyebaran informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi agar tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat menyesatkan opini publik,” tegasnya.
KOMWAJA dan KKMP juga menyatakan dukungannya terhadap upaya PAM JAYA dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas akses air bersih bagi warga Jakarta.
Kedua organisasi berharap setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, transparan, dan profesional sehingga kepercayaan publik terhadap layanan air perpipaan terus meningkat.
“Kami berharap masyarakat dan penyedia layanan dapat membangun komunikasi yang baik. Jika ada persoalan, laporkan melalui jalur resmi. Jika ada informasi yang beredar, pastikan kebenarannya terlebih dahulu. Dengan demikian pelayanan publik dapat berjalan lebih baik dan masyarakat terhindar dari informasi yang menyesatkan,” pungkas Presidium KKMP, Ramadhan Isa.















