Medan – Suasana haru menyelimuti Aula Adhyaksa Hall Lantai I Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Selasa (28/4/2026). Jajaran internal melepas Harli Siregar yang mendapat amanah baru untuk bertugas di Kejaksaan Agung RI, Jakarta.
Acara yang digelar sederhana namun sarat makna itu dihadiri para pejabat utama, pejabat eselon IV dan V, pegawai, hingga tenaga pendukung. Mulai dari petugas keamanan, PPNPN, hingga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) turut hadir, menciptakan suasana kebersamaan lintas unsur yang terasa hangat dan tulus.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi cerminan kuatnya hubungan emosional yang telah terbangun selama masa pengabdian Harli Siregar di Kejati Sumut. Tidak sekadar hubungan kerja, tetapi juga ikatan kekeluargaan yang tumbuh dalam dinamika tugas sehari-hari.
Dalam sambutannya, Harli Siregar tampak beberapa kali menahan haru. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kebersamaan yang telah ia rasakan selama bertugas.
“Terima kasih atas kebersamaan yang luar biasa. Saya berharap semangat solidaritas ini terus dijaga. Bangun empati sebagai keluarga besar, dan tetap berikan yang terbaik untuk pimpinan yang baru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada soliditas internal dan rasa saling memiliki di antara seluruh jajaran.
Momen paling mengharukan terjadi saat perwakilan pegawai dari berbagai unsur maju menyampaikan kesan dan pesan. Beberapa di antaranya tak kuasa menahan air mata, mengenang sosok Harli yang dikenal dekat, humanis, dan membangun komunikasi tanpa sekat.
Doa dan harapan pun mengalir, mengiringi langkah Harli Siregar menuju tugas barunya di tingkat pusat. Suasana yang semula formal berubah menjadi penuh emosi, memperlihatkan betapa dalam kesan yang ditinggalkan.
Kehangatan perpisahan tidak berhenti di ruang acara. Jajaran Kejati Sumut bahkan turut mengantar langsung kepergian Harli hingga ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus penegas kuatnya ikatan kebersamaan yang telah terjalin.
Perpisahan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan refleksi dari hubungan kerja yang dibangun dengan hati. Harli Siregar meninggalkan Sumatera Utara dengan jejak dedikasi, keteladanan, dan kenangan yang akan terus hidup di lingkungan Kejati Sumut.(tim)















