Pangkalpinang – Rapat penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 1–15 April 2026 telah digelar di ruang DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu siang (8/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pabrik kelapa sawit (PKS) dari wilayah Bangka. Namun, dan sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung, dari unsur pemerintah daerah, hanya perwakilan dari Bangka Tengah yang hadir.
Dalam rapat itu, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kepulauan Bangka Belitung turut ambil bagian, Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka Selatan, Johan menegaskan. Komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan petani sawit di wilayah Bangka Selatan dan Provinsi Bangka Belitung secara umum.
“Saya dari APKASINDO Bangka Selatan, khususnya mewakili Bangka Belitung pada umumnya, telah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu para petani sawit di Basel dan Babel. Mudah-mudahan hasilnya ada perubahan dan peningkatan,”jelas Johan.
Hasil Penetapan Harga TBS
Berdasarkan berita acara hasil rapat yang diterima, ditetapkan bahwa:

– Harga CPO rata-rata tertimbang: Rp 15.379,35
– Harga kernel rata-rata tertimbang: Rp 14.709,58
– Indeks K: 92,15%
Adapun harga TBS kelapa sawit yang ditetapkan bervariasi berdasarkan umur tanaman, di antaranya:
– Umur 3 tahun: Rp 3.088/kg
– Umur 4 tahun: Rp 3.252/kg
– Umur 5 tahun: Rp 3.508/kg
– Umur 6 tahun: Rp 3.503/kg
– Umur 7 tahun: Rp 3.516/kg
– Umur 8 tahun: Rp 3.610/kg
– Umur 9 tahun: Rp 3.584/kg
– Umur 10–20 tahun: Rp 3.783/kg – (tertinggi)
– Umur 21 tahun: Rp 3.695/kg
– Umur 22 tahun: Rp 3.515/kg
– Umur 23 tahun: Rp 3.491/kg
– Umur 24 tahun: Rp 3.347/kg
– Umur 25 tahun: Rp 3.344/kg
Rapat ini tetap menghasilkan sejumlah poin penting meskipun diwarnai minimnya kehadiran sejumlah stakeholder. Ketetapan harga TBS ini mengacu pada mekanisme sesuai peraturan yang berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan digunakan sebagai acuan transaksi jual beli TBS petani.
APKASINDO akan kawal ini dan berharap ke depan seluruh pihak terkait dapat lebih aktif berpartisipasi dalam proses penetapan harga demi transparansi dan keberpihakan terhadap petani.















