Pulau Lepar,Bangka Selatan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan Satgas Kodim 0432/Bangka Selatan di Pulau Lepar terus menunjukkan progres signifikan.
Hingga saat ini, pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan penghubung antardesa telah mencapai sekitar 90 persen, termasuk penyelesaian 10 titik gorong-gorong beton yang menjadi bagian penting dari proyek tersebut.
Dalam program TMMD kali ini, fokus utama pembangunan diarahkan pada pembukaan jalan penghubung antardesa sepanjang 5,5 kilometer dengan lebar 7 meter yang dilengkapi siring.
Jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat menuju area persawahan dan kebun, sekaligus mempermudah distribusi hasil panen warga di Pulau Lepar.
Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD juga melaksanakan sejumlah kegiatan fisik lainnya seperti pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan sumur bor, serta perbaikan fasilitas umum seperti mushola.
Komandan Kodim 0432/Bangka Selatan, Letkol Inf Agus Wicaksono, mengatakan bahwa pemilihan Pulau Lepar sebagai lokasi TMMD didasarkan pada kebutuhan mendesak masyarakat terhadap aksesibilitas wilayah yang selama ini masih terbatas.
“Keterisolasian wilayah menjadi kendala utama mobilitas warga. TMMD hadir untuk merajut asa, membangun konektivitas, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut sangat dinantikan masyarakat karena akses menuju lahan pertanian selama ini cukup sulit, terutama saat musim hujan. Dengan adanya jalan baru ini, aktivitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar dan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Program yang berlangsung selama satu bulan ini diharapkan mampu mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat Pulau Lepar, sekaligus menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah terdepan Indonesia.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Satgas TMMD juga melaksanakan program non-fisik berupa pelatihan pembuatan pupuk organik bagi masyarakat desa setempat. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Toboali Bangka Selatan guna memberikan edukasi kepada petani mengenai pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomis.
Perwira Koordinator TMMD, Kapten Inf Aritonang, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta menekan biaya produksi pertanian.
“Kami ingin masyarakat mampu mandiri memanfaatkan potensi alam yang ada, seperti kotoran ternak dan limbah dapur, agar dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, warga mendapatkan materi sekaligus praktik langsung dari tim Dinas Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh Pak Gito bersama tiga stafnya. Para peserta diajarkan teknik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos dengan langkah-langkah praktis.
Materi pelatihan meliputi pemilihan bahan organik seperti sisa sayuran, dedaunan kering, dan jerami padi, kemudian dilanjutkan dengan proses fermentasi menggunakan larutan pengurai EM4 dan gula merah sebagai katalisator untuk mempercepat proses pembusukan dalam wadah tertutup.
Selain itu, petani juga diberikan edukasi mengenai cara aplikasi pupuk di lapangan, seperti mencampurkan 1 liter POC dengan 10 liter air sebelum diaplikasikan ke tanaman.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Program ini diharapkan tidak hanya mampu memperbaiki kualitas tanah yang mulai jenuh akibat penggunaan pupuk anorganik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produksi pupuk organik lokal.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat pembangunan desa di wilayah kepulauan Bangka Selatan.
Sumber: Pendim Basel















