Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Update BNPB: Korban Meninggal Banjir Longsor Sumatera 990 Jiwa, Korban Hilang 222 Orang

×

Update BNPB: Korban Meninggal Banjir Longsor Sumatera 990 Jiwa, Korban Hilang 222 Orang

Sebarkan artikel ini
Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.(Foto - Dok BNPB)

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB kembali merilis pembaruan penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Kamis (11/12/2025), jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut meningkat menjadi 990 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube BNPB menyampaikan bahwa tim gabungan menemukan penambahan 21 jenazah dalam operasi pencarian hari ini.

“Ditemukan hari ini sebanyak 21 jasad. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan demikian, total menjadi 990 jiwa per Kamis 11 Desember 2025,” ujar Abdul Muhari.

Rincian Penemuan Korban:

Menurut BNPB, penambahan korban jiwa berasal dari tiga provinsi terdampak, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Aceh.

Aceh: 16 jenazah

Sumatera Utara: 3 jenazah (Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga)

Sumatera Barat: 2 jenazah (dalam proses identifikasi)

Dengan pembaruan tersebut, total korban meninggal per-wilayah menjadi:

Aceh: 407 jiwa

Sumatera Utara: 343 jiwa

Sumatera Barat: 240 jiwa

Korban Hilang dan Pengungsi:

Jumlah korban hilang turun menjadi 222 orang, seiring ditemukannya jenazah dalam operasi pencarian.

Sementara itu, jumlah pengungsi di tiga provinsi kini mencapai 884.889 jiwa, turun sekitar 9.600 jiwa dari hari sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi di Aceh Utara, setelah sejumlah titik banjir mulai surut.

Fokus Penanganan Lanjutan:

BNPB menegaskan bahwa operasi SAR masih menjadi fokus utama mengingat ratusan warga belum ditemukan. Beberapa pemerintah daerah, seperti di Sumatera Utara, memperpanjang status tanggap darurat untuk memaksimalkan evakuasi dan distribusi bantuan.

Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan meluas, dengan lebih dari 157.000 rumah rusak serta ribuan fasilitas umum termasuk sekolah, jembatan, dan tempat ibadah—mengalami kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi basah terbesar di akhir 2025 ini.

Sumber Informasi:

Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir & Longsor – BNPB Indonesia 11 Desember 2025. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *