Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalJakarta

ASN dari Pusat hingga Daerah Ramaikan Seleksi Jabatan Strategis di KPK

×

ASN dari Pusat hingga Daerah Ramaikan Seleksi Jabatan Strategis di KPK

Sebarkan artikel ini
Suasana aktivitas pegawai dan tamu di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (12/11/2025), jelang pelaksanaan tahapan uji kompetensi seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama. (Foto/Ist Djituberita.com)

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi KPK resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan lembaga antirasuah tersebut.

Puluhan aparatur dari berbagai instansi dinyatakan lolos dan akan melanjutkan ke tahapan uji penulisan policy brief dan penyusunan bahan presentasi yang dijadwalkan berlangsung di Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Jumat, 14 November 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme rekrutmen terbuka yang dijalankan KPK untuk menjamin prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas publik dalam pengisian jabatan struktural.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, lembaganya berkomitmen untuk menjaga keterbukaan publik di setiap tahapan seleksi.

“Untuk menghasilkan putra-putri terbaik bangsa dalam pengisian jabatan di KPK ini, kami berkomitmen untuk terbuka dalam prosesnya, termasuk menyampaikan hasilnya kepada publik pada setiap tahapannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, seleksi terbuka ini menjadi momentum memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan jabatan strategis ditempati oleh aparatur yang berintegritas tinggi, kompeten, serta sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi.

Daftar Peserta Lolos Seleksi Administrasi

Sebanyak lima jabatan strategis dibuka dalam seleksi ini, yakni Kepala Biro Hukum, Direktur Penyelidikan, Direktur Penuntutan, Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi, serta Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat.

Berikut daftar nama peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi di tiap posisi:

1. Kepala Biro Hukum

Eko Setiawan (KemenBUMN), Farhan Abdi Utama (BKN), Iskandar Marwanto (KPK), Richard Marpaung (KPK), Syahmardan (Kemenkumham), Victor Stanny Hamonangan (Kemenkumham), dan Wahyu Tri Hartomo (Kemenkumham).

2. Direktur Penyelidikan

Achmad Taufik (KPK), Arif Abdul Halim (KPK), Farhan (Kejaksaan RI), dan Nasidin (KPK).

3. Direktur Penuntutan

Adhryansah, Agustinus Heri Mulyanto, Dandeni Herdiana, Wagiyo (seluruhnya dari Kejaksaan RI), dan Budhi S (KPK).

4. Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi

Anwar Munajah, Dadi Mulyady (KPK), Dzikran Kurniawan (Pemprov DKI Jakarta), dan H. Awang Dicko Mahendra (Pemkot Singkawang).

5. Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V

Andy Purwana, Arief Nurcahyo, Asep Rahmat, David Hartono Hutauruk, Imam Turmudhi, Maruli Tua, Nexio Helmus (KPK), serta sejumlah peserta dari instansi lain seperti Eddy Taufiq (Pemkab Mojokerto), Maria Ivonne Tarigan (Kemendagri), Jackson Simamora (BPIP), hingga Syarifuddin (Pemkot Kendari).

6. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat

Terdapat 52 nama yang lolos, berasal dari berbagai instansi pusat dan daerah mulai dari Kementerian Keuangan, Kemenkumham, Kemenag, BPIP, Pemprov Aceh, Pemkab Blora, hingga KPK sendiri.

Beberapa nama di antaranya: Febrianto Nugroho, Guntur Kusmeiyano, Hanafi Hari Susanto, Hendrik Suhendro, Mita Koto, Rahmaluddin Saragih, dan Johnson Ridwan Ginting dari internal KPK.

Tahapan Berikutnya

Usai tahap penulisan makalah dan presentasi, peserta akan menjalani wawancara dan asesmen akhir sebelum ditetapkan sebagai pejabat terpilih.
KPK memastikan seluruh hasil setiap tahapan akan diumumkan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga terhadap masyarakat.

Arah Penguatan Kelembagaan

Rekrutmen ini menjadi langkah strategis bagi KPK dalam memperkuat struktur birokrasi internal dan memastikan seluruh posisi penting diisi oleh aparatur berkarakter antikorupsi yang mampu mempercepat agenda pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi di Indonesia.

“Transparansi bukan hanya slogan, tapi prinsip dasar yang kami jalankan dari awal hingga akhir proses seleksi,” pungkas Budi.(tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *