Jakarta – Pernyataan keras datang dari sejumlah aktivis 98 menanggapi langkah Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Mereka menilai langkah Fadli yang berupaya mengusulkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi 1998.

Jimmy Fajar, salah satu aktivis 98, menyebut bahwa Fadli Zon adalah figur yang tidak pernah benar-benar berdiri di sisi rakyat.
“Sejarah mencatat Fadli Zon adalah bagian dari Orde Baru. Ia duduk sebagai anggota MPR utusan golongan pada 1997 masa ketika Soeharto masih berkuasa dan rakyat dicekik oleh ketakutan serta represi,” ujar Jimmy tegas.
Menurutnya, kedekatan Fadli Zon dengan Soeharto menjadikannya bagian dari lingkar kekuasaan yang menikmati privilese di tengah penderitaan rakyat. Rezim yang dipimpin Soeharto selama 32 tahun dikenal dengan praktik kekerasan, penangkapan, dan penghilangan paksa terhadap mereka yang kritis terhadap pemerintah.
Jimmy menyoroti berbagai kasus pelanggaran HAM berat seperti penculikan aktivis Wiji Thukul, kasus Marsinah, Kedung Ombo, hingga Tragedi Tanjung Priok, yang menjadi noda hitam dalam sejarah bangsa.
“Jika Soeharto benar-benar pahlawan, mengapa jutaan rakyat turun ke jalan menuntutnya mundur pada 1998? Rakyat tidak butuh pahlawan yang tangannya berlumur darah dan air mata rakyat,” lanjutnya.

Aktivis 98 menilai upaya memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto bukan sekadar penghinaan terhadap sejarah, melainkan bentuk pelecehan terhadap korban rezim Orde Baru.
“Fadli Zon seolah ingin menabur garam di luka lama bangsa ini. Ia bukan hanya melukai hati keluarga korban, tapi juga menginjak-injak semangat reformasi yang telah menumbangkan tirani,” tegas Jimmy.
Gerakan aktivis 98 menyerukan agar pemerintah menolak keras segala bentuk glorifikasi terhadap Soeharto.

“Kami menolak tegas pemberian gelar pahlawan bagi Soeharto. Jika Fadli Zon tetap ngotot, maka ia adalah simbol pengkhianatan terhadap sejarah dan darah para pejuang reformasi,” tutup Jimmy Fajar.(tim)















