Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka SelatanArtikelBerita UtamaOlahraga

KONI Basel: Demokrasi Organisasi Jangan Sekadar Formalitas..?

×

KONI Basel: Demokrasi Organisasi Jangan Sekadar Formalitas..?

Sebarkan artikel ini
Istimewa

Ruang Redaksi Djituberita.com, Bangka Selatan –  Tinggal menghitung hari Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Bangka Selatan KONI Basel akan memasuki fase krusial.

Yakni, pemilihan ketua dan penyusunan struktur organisasi baru. Riak-riak mulai terasa, wacana perombakan mencuat apakah total atau sekadar rotasi biasa?

“Ini bukan soal teknis atau cari panggung, namun ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar siapa duduk di kursi orang nomor satu tahta tertinggi olahraga Kabupaten Bangka Selatan akan tetapi membangun kerangka instrumen demokrasi organisasi yang sehat.

Di atas kertas, KONI bukan sekadar wadah berhimpunnya cabang olahraga. Ia adalah jantung yang memompa darah segar bagi masa depan atlet, pembinaan usia dini, hingga prestasi yang kelak mengangkat nama Bangka Selatan di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Sayangnya, perjalanan demokrasi dalam tubuh KONI Basel selama ini kerap tampak berjalan tidak semestinya sesuai koridor berlaku, namun lebih sering menjadi ritual administratif daripada ruang aspirasi,roh dan marwah olahraga itu sendiri.

Pemilihan ketua dan penyusunan struktur termasuk cabang olahraga di bawah, idealnya menjadi momentum penyegaran, bukan sekadar ajang kompromi atau transaksional.

Demokrasi organisasi yang sehat menuntut partisipasi yang luas, transparansi dalam proses dan kejujuran dalam menentukan arah kebijakan olahraga daerah kedepan.

Jika hal ini tidak dijalankan, KONI Basel hanya akan menjadi papan nama, jauh dari fungsi sejatinya: mencetak prestasi, membina atlet, dan menumbuhkan budaya sportivitas di masyarakat.

KONI Basel butuh lebih dari sekadar pergantian wajah. Ia butuh wajah-wajah komitmen nyata untuk meletakkan fondasi pembinaan olahraga yang kuat berbasis meritokrasi, bukan kepentingan sesaat.

Dbutuhkan “leadership”yang  kuat secara mental,fisik dan jejaring yang luas dari semua lapisan masyarakat pecinta olahraga, bukan hanya pandai berpidato, tetapi sanggup menghadirkan perubahan konkret dari lapangan kecil di desa-desa hingga gelanggang besar tempat atlet-atlet daerah bertanding.

Ruang redaksi Djituberita.com meyakini, demokrasi sejati dalam tubuh KONI adalah kunci: memberi kesempatan yang setara, membuka ruang kritik publik serta transparansi dan menjadikan olahraga sebagai instrumen kemajuan bersama, bukan sekadar simbol seremonial semu tanpa arah dan pola kerja yang terukur.

Kini tinggal pertanyaannya: apakah KONI Basel berani berbenah, diberi tantangan ataukah akan kembali terjebak dalam pola lama yang membosankan..! (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *