JAKARTA, DJITUBERITA.COM – Dalam mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung RI, Sila Haholongan, S.H., M.Hum. resmi dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kajati Babel) oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, Rabu (16/7/2025) di Jakarta.
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis institusi kejaksaan untuk memperkuat penegakan hukum daerah sekaligus menghapus praktik feodalisme dalam birokrasi hukum.
Jaksa Agung menekankan bahwa setiap Kepala Kejati harus menjadi simbol profesionalisme dan integritas di daerah. “Setiap Kajati adalah ujung tombak keadilan. Jangan sampai wilayahnya lemah dalam penegakan hukum hanya karena pimpinan tak berani bersih-bersih internal,” tegas ST Burhanuddin dalam sambutannya di pelantikan tersebut.
Baca Juga Selengkapnya: Jaksa Agung Lantik 34 Pejabat Baru, Dorong Penyegaran dan Penguatan Kinerja Kejaksaan
Baca Juga Selengkapnya: Jaksa Agung: Pers Adalah Jembatan Keadilan dan Kontrol Sosial
Baca Juga Selengkapnya: Jaksa Agung Dorong Sinergi Kejaksaan dan Peradilan Militer dalam Perkara Koneksitas
Rekam Jejak Sang Kajati Baru Provinsi kepulauan Bangka Belitung:
Sila Haholongan bukan sosok sembarangan. Ia merupakan jaksa senior dengan pengalaman luas, baik di level daerah, pusat, maupun internasional. Beberapa posisi penting yang pernah ia emban:
Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali (2017)
Wakil Kepala Kejati Sulawesi Utara
Direktur Pertimbangan Hukum di Jampidum Kejagung
Atase Hukum RI di Bangkok, Thailand
Kepiawaiannya dalam menangani perkara strategis serta kemampuan menjalin koordinasi lintas institusi menjadikannya pilihan ideal untuk memimpin Kejati Babel di tengah tantangan hukum yang kompleks.
Agenda Prioritas di Bangka Belitung:
Mengemban tugas sebagai Kajati Babel, Sila Haholongan dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah serius:
1. Pengawasan dan penindakan terhadap praktik tambang timah ilegal, yang selama ini menjadi isu nasional dan menimbulkan kerusakan lingkungan masif di Bangka Belitung.
2. Percepatan penanganan perkara korupsi, khususnya terkait pengadaan barang dan jasa di lingkup pemerintahan daerah.
3. Membangun kembali integritas internal Kejati, sebagai upaya reformasi birokrasi dari dalam.
4. Memperkuat sinergi dengan KPK, Polri, BPK, dan Pemda, untuk memastikan efektivitas hukum berjalan secara komprehensif.
Penunjukan Sila Haholongan mendapat perhatian luas dari masyarakat dan kalangan hukum di Bangka Belitung. Banyak pihak berharap kehadiran Kajati baru ini dapat menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan daerah.
Tak hanya dituntut bekerja cepat, ia juga diharapkan berani mengambil langkah-langkah bersih-bersih di internal, terutama dalam hal transparansi penanganan perkara dan penguatan pengawasan internal.
Dengan kombinasi pengalaman nasional dan internasional, serta dukungan penuh dari Kejaksaan Agung, Sila Haholongan diyakini mampu menghadirkan wajah baru Kajati Babel yang bersih, kuat, dan responsif terhadap kebutuhan hukum masyarakat.
Kini, mata publik Bangka Belitung tertuju padanya menunggu gebrakan pertama yang akan menjadi tolak ukur masa kepemimpinannya.(tim)















