Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka SelatanBerita Utama

Cabdin Basel Klarifikasi Polemik SPMB SMAN 1 Airgegas, Sarankan Siswa ke SMK atau Swasta

×

Cabdin Basel Klarifikasi Polemik SPMB SMAN 1 Airgegas, Sarankan Siswa ke SMK atau Swasta

Sebarkan artikel ini
Data Rekap SPMB 2025-2026 Cabdin Wilayah III Basel (Foto/Istimewa)

BANGKA SELATAN, DJITUBERITA.COM – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Kabupaten Bangka Selatan (Cabdin Basel), Wahyudi Himawan, angkat bicara terkait polemik. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)
di SMAN 1 Airgegas yang menyebabkan 16 siswa tidak tertampung.

Dalam keterangannya kepada awak media Djituberita.com pada Sabtu sore (5/7/2025), Wahyudi menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah rombongan belajar (Rombel) menjadi penyebab utama.

“Benar yang disampaikan pihak sekolah, dua tahun lalu ada satu Rombel yang terpaksa menggunakan ruang laboratorium sebagai ruang kelas, dan ini mengganggu proses pembelajaran. Sesuai juknis, belum bisa ditambah Rombel,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa di Kecamatan Airgegas sebenarnya terdapat alternatif lain bagi siswa yang belum tertampung, yakni SMK Negeri 1 Airgegas yang berlokasi di Desa Ranggas, serta SMA Swasta Darul Istiqomah.

“SMK justru lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus tetap membuka peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Prinsip SMK itu BMW: Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha,” kata Wahyudi.

Terkait anggapan bahwa masuk SMK atau sekolah swasta lebih mahal, Wahyudi meluruskan bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar. “PKL (Praktik Kerja Lapangan) di SMKN 1 Airgegas gratis. Kalau pun ada biaya, itu hanya untuk kebutuhan pribadi seperti makan atau sewa tempat tinggal jika PKL-nya jauh dari rumah. Sama halnya seperti kebutuhan siswa saat tinggal di rumah,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sekolah swasta pun banyak mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Guru-guru swasta yang sudah sertifikasi digaji pemerintah, siswa swasta juga mendapatkan dana BOS dari APBN. Bahkan ada hibah dari APBD sesuai kemampuan keuangan daerah. Beberapa bangunan swasta juga dibantu pemerintah,” jelasnya.

Dari sisi kualitas pendidikan, Wahyudi mengingatkan masyarakat untuk tidak membeda-bedakan sekolah negeri dan swasta.

“Lihat akreditasinya. Kalau akreditasi A, maka peluang masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur SBMPTN sama besar,” tegasnya.

Wahyudi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima kunjungan dari Kepala Desa Airgegas dan memberikan penjelasan serupa.

Sebagai perbandingan, ia menyebutkan bahwa lebih dari 190 siswa juga tidak tertampung di SMAN 1 Toboali dan banyak di antaranya memilih melanjutkan ke sekolah swasta maupun SMK.

“Intinya, pendidikan itu tidak hanya terpaku pada satu sekolah. Masih banyak pilihan dengan kualitas yang juga baik. Yang penting adalah semangat belajar anak-anak harus terus dijaga,” pungkas Wahyudi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *