Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
PangkalpinangPolitik

Terupdate, Peta Elektabilitas Bacalon Walikota Pangkalpinag Versi Pertiba RnC

×

Terupdate, Peta Elektabilitas Bacalon Walikota Pangkalpinag Versi Pertiba RnC

Sebarkan artikel ini
Hasil survei elektabilitas bakal calon Wali Kota Pangkalpinang periode 13–19 Juni 2025 versi Pertiba RnC.(20/6)

Oleh: Eddy Supriadi
Pemerhati Politik Lokal dan Pendidikan

PANGKALPINANG, DJITUBERITA.COM – Lembaga Pertiba Research and Consulting (Pertiba RnC) merilis hasil survei terbarunya menjelang Pilkada Pangkalpinang 2025. Dalam survei tersebut, Maulana Aklil (Molen) masih menempati posisi puncak elektabilitas sebagai bakal calon Wali Kota dengan 22,2%. Sementara itu, Basit Cinda menyusul di posisi kedua dengan 15%, dan Prof. Saparudin (12,3%) berada di urutan ketiga.

Di bursa bakal calon Wakil Wali Kota, Radmida Dawam unggul dengan elektabilitas 13,2%, disusul oleh dr. Hakim (10,8%), dan Dessy (10,2%). Ketiga nama ini menjadi figur yang paling banyak disebut oleh responden sebagai sosok yang layak mendampingi calon wali kota ke depan.

Meskipun sempat mengalami kekalahan dari “kotak kosong” dalam Pilkada sebelumnya, Molen dan Radmida dua figur inkumben nyatanya masih memiliki tempat di hati pemilih. Kehadiran mereka masih dianggap mewakili kesinambungan pemerintahan dan pengalaman birokrasi yang kuat.

Namun, peta politik Pangkalpinang perlahan mulai berubah. Figur-figur alternatif seperti Basit, Prof. Udin, Eka, Sopian, dan Ismi mulai mencuri perhatian. Mereka tampil sebagai penantang baru dengan narasi segar dan pendekatan yang lebih populis, menjadikan kontestasi Pilkada tahun ini semakin kompetitif dan tak terduga.

Pertiba RnC mencatat bahwa lebih dari 30% responden masih belum menentukan pilihan, yang berarti peluang masih terbuka lebar bagi para kandidat untuk merebut suara swing voters dalam beberapa bulan,menuju penetapan calon tetap oleh KPU Pangkalpinang.

Survei ini menjadi gambaran awal dari dinamika politik jelang Pilkada Pangkalpinang 2025. Namun lebih dari sekadar angka, Pilkada mendatang akan menjadi ajang pembuktian sejauh mana tokoh-tokoh lokal mampu membaca arah perubahan, merangkul suara masyarakat bawah, dan membangun kembali kepercayaan setelah episode kelam “kotak kosong”.

Dengan waktu yang masih tersisa, konsolidasi partai, gerakan akar rumput, dan kekuatan komunikasi publik akan menjadi penentu. Pangkalpinang menanti pemimpin yang tidak hanya populer di survei, tetapi juga benar-benar hadir di tengah rakyatnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *