BANGKA SELATAN, DJITUBERITA.COM – Pimpinan Pesantren Modern Khoirul Ummah Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Ustaz Muhammad Azizul Azmi, S.H.I., memberikan klarifikasi tegas bahwa dugaan kasus pencabulan yang ramai diberitakan tidak terjadi di lingkungan pesantren yang ia pimpin. Klarifikasi resmi ini diterima redaksi DjituBerita.com pada Sabtu, (24/5/2025).
Dalam keterangannya, Ustaz Azizul menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di salah satu desa dalam wilayah administratif Kecamatan Payung, namun bukan di Desa Payung, tempat berdirinya Pesantren Modern Khoirul Ummah.
“Perlu kami sampaikan dengan tegas bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di Pesantren Modern Khoirul Ummah Payung, dan bukan pula di Desa Payung. Kejadian terjadi di desa lain di wilayah Kecamatan Payung,” ujar Ustaz Azizul, alumnus Pesantren Darussalam Gontor.
Ia juga menegaskan bahwa pesantrennya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan kasus tersebut dan meminta agar masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh lembaga pesantren atas tindakan oknum.
Lebih lanjut, Ustaz Azizul menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan perbuatan tercela yang terjadi, dan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan. Namun ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah lembaga pendidikan Islam yang selama ini berperan besar dalam pembinaan moral generasi muda.
“Kami sangat prihatin atas kejadian yang terjadi di tempat lain itu. Tapi mohon jangan sampai semua pesantren dicurigai atau disamakan. Pesantren kami menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan keselamatan anak-anak didik kami.”
Ia juga menyatakan bahwa Pesantren Modern Khoirul Ummah senantiasa terbuka dan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan masyarakat demi menjaga kepercayaan publik.
Dalam pernyataan resminya Ustaz Azizul mengajak masyarakat untuk tetap mendukung eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang penting dan strategis.
“Jangan biarkan satu kasus merusak citra pesantren secara keseluruhan. Justru ini saatnya kita saling menguatkan. Pastikan anak-anak kita tetap mendapat tempat terbaik untuk tumbuh dan belajar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada para orang tua agar tetap mempertimbangkan pesantren sebagai tempat utama pendidikan, dengan memilih pesantren yang jelas sistemnya, aman, dan memiliki pengawasan bertanggung jawab.
“Mari kita jadikan pesantren sebagai tempat yang terus dipercaya membentuk generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.”
Dalam informasi pemberitaan ini, redaksi DjituBerita.com memberi ruang seluas-luasnya kepada semua pihak yang merasa perlu menyampaikan hak jawab, klarifikasi, maupun sanggahan terhadap kabar yang beredar. Redaksi terbuka untuk menerima informasi tambahan dari pihak keluarga korban, aparat penegak hukum, maupun masyarakat luas demi keberimbangan pemberitaan dan penegakan prinsip jurnalisme yang adil.(*)
Editor: Redaksi DjituBerita.com















