JAKARTA,DJITUBERITA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali, tengah menjadi sorotan usai diduga melakukan praktik nepotisme dalam pengangkatan jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Ketua Umum DPP KAMAKSI (Kaukus Muda Anti Korupsi), Joko Priyoski, mengungkapkan bahwa Marullah diduga mengangkat putranya sendiri, Muhammad Fikri Makarim alias Kiky, sebagai Tenaga Ahli Sekda.
Tak hanya itu, Marullah juga disebut menunjuk Faisal Syafruddin—yang merupakan mantu keponakannya—sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta.
“Jika benar terbukti, ini merupakan bentuk nepotisme yang melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Pasal 22 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN,” tegas Joko yang akrab disapa Jojo, dalam keterangan persnya, Rabu (15/5/2025).
Ia menambahkan, praktik nepotisme dalam birokrasi tidak hanya mencoreng prinsip meritokrasi, tetapi juga bertentangan dengan semangat Good Governance serta misi reformasi birokrasi yang diusung dalam Asta Cita.
Untuk itu, KAMAKSI secara tegas mendesak Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, agar segera mencopot Marullah dari jabatannya sebagai Sekda DKI. “Kami akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK dan Kantor Gubernur DK Jakarta. Kami juga menuntut dilakukannya audit investigatif menyeluruh agar dugaan ini dapat dibuka terang-benderang ke publik,” ujarnya.
KAMAKSI menilai bahwa nepotisme dalam birokrasi bisa menjadi akar dari kebocoran anggaran dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan. “Pembersihan birokrasi dari KKN harus menjadi prioritas. Jakarta harus menjadi teladan,” pungkas Jojo.















