Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Dominasi Tak Tertandingi: Kilas Balik Kemenangan Riza-Debby di Pilkada Basel 2020

×

Dominasi Tak Tertandingi: Kilas Balik Kemenangan Riza-Debby di Pilkada Basel 2020

Sebarkan artikel ini
Caption: Calon Tunggal Riza Herdavid dan Debby Vita Dewi menyampaikan visi-misi pada debat publik jelang Pilkada Bangka Selatan 2024.

Opini,Djituberita.com – Pasangan Riza Herdavid dan Debby Vita Dewi, mengukir sejarah pada Pilkada Bangka Selatan 2020 dengan meraih kemenangan mutlak di seluruh kecamatan.

Berdasarkan data resmi KPU Bangka Selatan, pasangan ini memperoleh total 40.345 suara, jauh melampaui pesaing terdekat mereka, pasangan nomor urut 3, Rina Tarol dan Doni Indra, kala itu hanya mengumpulkan 27.634 suara.

Riza-Debby, saat itu yang mengusung jargon “BERDOA,” menunjukkan dominasi politik secara merata di delapan kecamatan. Di Toboali sebagai ibu kota Basel, mereka meraih 12.489 suara, sementara di Airgegas, basis suara signifikan lainnya, mereka memperoleh 11.200 suara. Dukungan juga mengalir deras dari Simpangrimba dengan 4.244 suara, Payung 4.605 suara, dan Lepar Pongok sebanyak 1.696 suara. Tidak ketinggalan, mereka berhasil mengamankan kemenangan di Tukak Sadai (2.613 suara), Pulau Besar (2.403 suara), dan Kepulauan Pongok (1.095 suara).

Keberhasilan Riza-Debby mencerminkan kemampuan mereka membaca aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan strategi politik yang efektif.

Namun, menjelang Pilkada Bangka Selatan 2024 yang berpotensi hanya menghadirkan calon tunggal, kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: mampukah demokrasi tetap terjaga tanpa adanya kompetisi yang seimbang?

Jika Pilkada 2020 menjadi cerminan tingginya partisipasi masyarakat dalam memilih, bagaimana suasana demokrasi akan terbangun di 2024? Akankah ini menjadi ujian baru bagi Bangka Selatan dalam mempertahankan legitimasi politik dan semangat partisipasi rakyat?

Pilkada tunggal mungkin menghadirkan stabilitas, tetapi juga berisiko melemahkan esensi demokrasi, di mana pilihan alternatif menjadi hal yang sangat diperlukan.

Bagi Riza-Debby, tanpa adanya pesaing nyata di Pilkada 2024, peluang untuk melanjutkan kepemimpinan mereka semakin terbuka lebar. Basis dukungan yang telah mereka bangun sejak 2020 menjadi modal kuat untuk memastikan kemenangan.

Namun, situasi tanpa kompetitor juga membawa tantangan baru, yaitu bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa kepemimpinan mereka tetap berorientasi pada pembangunan dan perubahan nyata, bukan sekadar formalitas politik.

Tanpa tekanan dari koalisi gemuk, akankah mereka mampu menjaga komitmen terhadap aspirasi rakyat, atau justru terjebak dalam zona nyaman tanpa evaluasi?

Dengan momentum dan popularitas yang masih terjaga dan tinggi Riza-Debby memiliki kesempatan emas untuk menjadikan Pilkada 2024 sebagai panggung konsolidasi kepemimpinan yang lebih inklusif dan progresif.

Tantangan terbesar kontestasi politik Kabupaten Bangka Selatan, adalah bagaimana menghidupkan kembali semangat demokrasi di tengah skenario tanpa pesaing, sekaligus menjawab harapan masyarakat yang semakin tinggi terhadap keberlanjutan pembangunan di Bangka Selatan.(Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *