Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Kok Bisa? Pasar Megah Toboali yang Baru Diresmikan Wapres Terendam Banjir Hingga Lantai Atas

×

Kok Bisa? Pasar Megah Toboali yang Baru Diresmikan Wapres Terendam Banjir Hingga Lantai Atas

Sebarkan artikel ini
Caption: salah seorang pedagang kios pasar Toboali lantai 2 mengepel membersihan sisa air akibat kebanjiran.(24/9)

Toboali – Pasar Toboali yang baru diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 10 September 2024 lalu mengalami kebanjiran yang lumayan parah, setelah hujan deras mengguyur kota Toboali selama 2 jam, Selasa Pagi (24/9/24).

Genangan air bahkan mencapai lantai atas pasar, mengejutkan para pedagang yang baru saja beroperasi di tempat tersebut.

Kejadian hujan yang turun sejak pukul 08.00 WIB membuat banyak area di sekitar pasar terendam. Air dengan cepat menggenangi kios-kios, memaksa pedagang untuk segera menyelamatkan barang dagangan mereka.

Seorang pedagang, Wati, berbagi keluhannya di media sosial, mengekspresikan kekecewaan dengan mengatakan.”Pasar Toboali alami kebanjiran semua!. Apa yang harus saya lakukan sekarang?,”ungkapnya resah.

Nampak para pedagang terlihat panik dan berusaha keras untuk membersihkan area kios mereka. Dengan peralatan seadanya, mereka mengepel lantai yang basah sambil berharap barang dagangan mereka tidak mengalami kerusakan parah.

“Kami tidak menyangka hujan sebentar bisa berdampak sebesar ini. Kami butuh bantuan,” ungkap salah satu pedagang lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai penanganan bencana ini. Masyarakat berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu para pedagang yang terdampak.

Insiden kebanjiran di Pasar Toboali yang baru di bangun pemerintah pusat dengan anggaran milyaran rupiah menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur yang baik dan sistem drainase yang memadai untuk mencegah bencana serupa.

Para pedagang berharap agar kejadian ini tidak terulang dan meminta perhatian dari pemerintah setempat untuk mengatasi masalah ini secara serius.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *