Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBisnisEkonomi

Pemula Bisa Mulai Investasi di Bursa Saham Indonesia, Begini Caranya

×

Pemula Bisa Mulai Investasi di Bursa Saham Indonesia, Begini Caranya

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52–53, SCBD, Senayan, Jakarta (Sumber Foto - IDX BEI)

Jakarta,Djituberita.com – Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Data terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor ritel, khususnya dari kalangan muda (Gen-Z) meningkat signifikan. Namun, masih banyak calon investor baru yang bingung bagaimana cara memulai.

Bagi pemula, langkah pertama adalah membuka rekening saham melalui perusahaan sekuritas resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nantinya, investor juga akan memperoleh Rekening Dana Nasabah (RDN) yang berfungsi menampung dana transaksi jual-beli saham.

Beberapa sekuritas besar di Indonesia bahkan menawarkan pendaftaran online dengan setoran awal relatif rendah, mulai dari Rp100 ribu.

Membeli saham (Investor) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini semakin mudah, bahkan bagi pemula. Cukup buka rekening efek di sekuritas resmi, setor dana ke rekening khusus investor, lalu pilih saham yang diinginkan lewat aplikasi trading. Transaksi dilakukan minimal 1 lot atau 100 lembar, misalnya jika harga saham Rp3.000 per lembar, maka modal awal yang dibutuhkan hanya Rp300 ribu.

Bagi pemula yang baru ingin masuk ke pasar saham, ada beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinilai aman dan stabil. Pilihan utama biasanya datang dari saham blue chip yang likuid dan memiliki kinerja keuangan kuat.

Contoh, saham yang kerap direkomendasikan antara lain Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Telkom Indonesia (TLKM), Unilever Indonesia (UNVR), dan Astra International (ASII).

Saham-saham ini dipilih karena fundamentalnya solid, bisnisnya dikenal luas, serta lebih tahan terhadap gejolak ekonomi.

Bagi pemula, cukup membeli minimal 1 lot atau 100 lembar, misalnya TLKM di harga Rp3.000 per lembar, maka modal awal hanya sekitar Rp300 ribu

Pengamat pasar modal menilai pemula sebaiknya memulai dari saham berkapitalisasi besar dan likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 atau IDX30. “Saham big cap relatif lebih stabil dan cocok untuk investor pemula.

Selain itu, calon investor bisa mempertimbangkan ETF yang sudah otomatis terdiversifikasi,” ujar Fauzan Luthsa Analis Strategi Insitute dan pengamat pasar modal di Jakarta, Sabtu (13/9).

Dari sisi strategi, pemula dianjurkan memahami dua pendekatan analisis, yakni fundamental untuk menilai kinerja perusahaan, serta teknikal untuk membaca pergerakan harga saham. Tak kalah penting, disiplin dalam mengelola risiko.

Investor disarankan menggunakan “uang dingin”, tidak menaruh seluruh dana pada satu saham, serta menetapkan target keuntungan dan batas kerugian,”terang Fauzan.

BEI bersama perusahaan sekuritas juga rutin menyediakan program edukasi, baik dalam bentuk webinar, kelas daring, hingga simulasi trading.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan literasi pasar modal sehingga masyarakat tidak sekadar ikut-ikutan tren, melainkan berinvestasi dengan pemahaman yang baik.

Dengan langkah yang tepat, investasi saham bukan hanya peluang untuk meraih keuntungan, tetapi juga sarana membangun budaya menabung yang produktif di kalangan masyarakat terkhusus kalangan anak muda yang berjiwa mandiri dan ulet,”tutup Fauzan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *